KN-JAKARTA, Pemerintah menegaskan bahwa tingginya angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengubah prioritas utama Kabinet Merah Putih. Istana menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan terletak pada pencapaian angka survei, melainkan pada akselerasi program-program strategis yang berdampak langsung bagi rakyat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa survei dari lembaga seperti Indikator Politik Indonesia hanyalah potret persepsi, sementara tugas utama pemerintah adalah bekerja nyata untuk mengurangi beban hidup masyarakat.
“Sebagaimana setiap ada hasil survei, bagi kami sesungguhnya bukan itu yang kita kejar. Yang kita kejar adalah mempercepat program-program yang memang kita yakini bisa mengurangi beban-beban dan masalah-masalah yang ada di masyarakat kita,” tegas Prasetyo Hadi di Jakarta.
Strategi “Perang” Melawan Masalah Mendasar
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan seluruh jajaran kabinet untuk memiliki mentalitas “perang” dalam menghadapi persoalan domestik. Semangat ini digunakan untuk menggambarkan urgensi dalam membenahi tiga sektor utama:
Pengentasan Kemiskinan: Menjadi prioritas paling mendasar.
Kualitas Pendidikan: Termasuk renovasi sekolah secara masif di daerah.
Layanan Kesehatan: Penguatan akses kesehatan dasar bagi warga.
“Ini perang dalam tanda kutip ya, jangan diartikan salah. Musuh kita hari ini itu (kemiskinan dan rendahnya kualitas pendidikan/kesehatan). Jadi kita ingin bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai itu,” tambahnya.
Orientasi pada Hasil, Bukan Persepsi
Meskipun hasil survei menunjukkan tren positif, Istana mengaku tidak ingin terlena. Pemerintah menyadari bahwa banyak program besar yang membutuhkan waktu agar hasilnya benar-benar merata dan optimal di seluruh lapisan masyarakat.
Beberapa poin kunci yang menjadi penekanan Istana antara lain:
Akselerasi Program: Memastikan kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas.
Evaluasi Berkelanjutan: Terus menyempurnakan implementasi agar lebih efektif.
Fokus Solusi: Mengalokasikan energi dan sumber daya negara untuk menyelesaikan kesulitan rakyat di lapangan.
“Kita tidak mengejar itu (angka survei). Karena sesungguhnya juga masih banyak yang kita belum puas terhadap program-program yang kita inginkan cepat bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Masih butuh waktu,” pungkas Prasetyo.
Dengan penegasan ini, pemerintah memastikan bahwa legitimasi publik yang kuat akan digunakan sebagai modal sosial untuk mengeksekusi agenda pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan popularitas semata.






