Ada potensi korupsi jika limbah batubara jenis Fly Ash Bottom Ash (FABA) tidak dicabut dari kategori bahan berbahaya dan beracun (B3)

KN. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai ada potensi korupsi jika limbah batubara jenis Fly Ash Bottom Ash (FABA) tidak dicabut dari kategori bahan berbahaya dan beracun (B3). KPK ATelah menelaah terlebih dulu bagaimana pengelolaan FABA batu bara di PLTU PT PLN. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang memasukkan FABA ke kategori bahan berbahaya dan beracun (B3), berbeda dengan penerapan di dunia internasional. Selama ini, PLN mengeluarkan anggaran besar untuk pengolahan FABA, karena sumber energi utama sebagian besar PLTU milik PLN berasal dari batu bara yang menghasilkan FABA. Dampaknya, PLN meningkatkan biaya pokok penyediaan (BPP), yakni Rp 74 per KWH di 2019, sehingga masuknya FABA sebagai limbah B3 dapat meningkatkan risiko korupsi pada tata kelolanya.

  • Related Posts

    Berjuang Bersama ke Pusat untuk Kesejahteraan Rakyat

    Oleh: Amril Jambak KN-Pekanbaru, Pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat ke daerah bukan sekadar persoalan angka dalam dokumen APBN dan APBD. Di balik berkurangnya transfer ke daerah, ada pembangunan yang harus…

    Ribuan Buruh Gelar Aksi di Berbagai Provinsi, Menyuarakan Kenaikan Upah Minimum Dan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

    KN-Jakarta, Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Suparno, menyampaikan bahwa buruh menggelar aksi serentak di berbagai daerah pada 1 Oktober 2026 untuk menyuarakan kenaikan upah minimum tahun 2027 dan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *