KN. Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Allah bertanya kepada ahli neraka yang paling ringan siksanya, ‘Seandainya engkau memiliki seluruh perkara yang ada di bumi, apakah engkau bersedia memberikannya sebagai tebusan agar engkau diangkat dari siksa ini ?’ Dia menjawab, ‘Aku bersedia’. Allah berfirman, ‘Dahulu, sejak masih berada dalam tulang punggung Adam Aku pernah bertanya tentang hal yang lebih ringan dari ini, apakah engkau tidak akan menyekutukan Allah ? Akan tetapi, engkau menolak dan malah mempersekutukan Aku'”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Jika tidak karena Bani Israil, daging tidak akan menjadi busuk, dan jika tidak karena Hawa, para istri tidak akan berkhianat kepada suaminya”.
Diriwayatkan dari Ibnu Abas bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (di padang Mahsyar) dalam keadaan telanjang kaki dan tubuh, juga tidak dikhitan”. Kemudian beliau membaca ayat : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya”. (QS. al-Anbiya’ : 104). Lalu beliau melanjutkan sabdanya, “Yang pertama kali berpakaian saat itu adalah Ibrahim, sejumlah orang dari sahabatku akan di bangkitkan dari arah kiri, kemudian aku berkata, ‘Sahabatku, sahabatku!’. Kemudian akan dikatakan, ‘Sepeninggalmu, mereka melakukan pembangkangan’. Lalu aku berkata seperti halnya hamba Allah yang shalih, yaitu Isa mengatakan hal ini : ‘Dan aku adalah menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana'”. (QS. al-Ma’idah : 117-118).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Pada hari kiamat Ibrahim akan bertemu ayahnya, yaitu Azar, saat itu wajah ayahnya gelap berdebu. Ibrahim berkata kepada ayahnya, ‘Bukankah pernah aku katakan kepada engkau agar engkau mengikutiku’. Azar berkata, ‘Hari ini aku akan mengikutimu’. Ibrahim berkata, ‘Wahai Tuhanku, Engkau telah berjanji bahwa pada hari kebangkitan ini Engkau tidak akan mempermalukan aku. Dan tidak ada yang lebih memalukan buatku melainkan tidak menghormati ayahku’. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengharamkan surga atas orang-orang kafir’. Kemudia dikatakan kepadanya, ‘Wahai Ibrahim, lihatlah apa yang ada di bawah kedua kakimu!’. Ketika melihat dibawah kakinya, Ibrahim mendapat anjing hutan berlumuran darah yang ditangkap kakinya lalu dilemparkan ke dalam neraka'”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. pernah ditanya , “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling mulia?” Rasulullah bersabda, “Orang paling mulia adalah yang bertaqwa”. Para sahabat berkata, “Bukan itu yang kami maksudkan”. Beliau bersabda, “Jika demikian, Yusuf putra dari nabi Allah keturunan kekasih Allah”. Para sahabat berkata, “Bukan itu yang kami maksudkan”. Beliau bersabda, “Yang kalian maksudkan adalah keturunan orang-orang Arab ? Orang yang paling baik pada zaman jahiliyah akan menjadi orang paling baik di zaman Islam dengan pemahaman keagamaannya”.
Diriwayatkan dari Samurah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Suatu malam (dalam mimpiku), ada dua orang yang datang menemuiku. Keduanya membawaku pergi hingga aku bertemu dengan orang yang berpostur tinggi sehingga aku tidak dapat melihatnya, dia adalah Ibrahim”.
Diriwayatkan dari Ibnu Abas bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Jika kalian hendak melihat Ibrahim, perhatikanlah sahabatmu (Rasulullah) sedangkan nabi Musa berambut ikal, berambut coklat, menunggang unta merah, tali kekangnya terbuat dari pelepah kurma. Seakan-akan melihatnya baru saja turun ke sebuah lembah”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Ibrahim mengkhitan dirinya ketika dia berusia delapan puluh tahun dengan menggunakan qaddum (kapak)”.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa alat yang dimaksud adalah qadum (huruf dal-nya satu).
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa kami bersama Rasulullah SAW. memunguti buah dari pohon arak (al-Kabats), saat itu beliau bersabda, “Ambillah buah yang berwarna hitam, karena itulah yang paling baik”. Para sahabat bertanya, “Apakah engkau pernah menjadi penggembala?” Beliau bersabda, “Tidak ada nabi kecuali pernah menjadi penggembala”.
Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Banyak kaum laki-laki yang mencapai tahap kesempurnaan. Tetapi tidak ada yang sempurna di antara kaum perempuan melainkan Asiyah (istri Fir’aun dan Maryam (putri dari Imran). Sesungguhnya keutamaan Aisyah dibanding dengan perempuan lain bagaikan daging dan roti dibandingkan dengan makanan lainnya”.
Diriwayatkan dari Ubadah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul utusan-Nya, juga bersaksi bahwa Isa hamba dan rasul utusan-Nya, serta kalimat yang dibacakan kepada Maryam dan ruh yang diciptakan-Nya, dan bahwa surga adalah benar, dan neraka adalah benar. Maka Allah akan memasukkannnya ke dalam surga meskipun perbuatan baik yang dilakukannya hanya sedikit”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Wanita-wanita Quraisy adalah wanita paling baik dalam hal menunggang unta, mereka berhati lembut kepada anak cucunya dan penjaga yang baik untuk harta suaminya”.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW. bercerita tentang Dajjal di depan sejumlah orang. Beliau bersabda, “Allah tidak bermata satu, sedangkan Dajjal mata sebelah kanannya buta, dan matanya seperti buah anggur. Tadi malam aku tertidur di dekat Ka’bah, aku melihat dua orang lelaki berkulit coklat, berambut panjang sebahu. Rambutnya lemas dan berjatuhan dari kepalanya. Dia meletakkan tangannya pada bahu dua orang laki-laki yang sedang berada di dekat Ka’bah. Aku berkata, “Siapakah Dia ?” Mereka menjawab, “Ini adalah Isa putra Maryam”. Di belakangnya aku melihat seorang laki-laki pendek berambut ikal dan mata kanannya buta, penampilannya mirip dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan tangannya pada bahu orang-orang yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah. Aku bertanya, “Siapakah Dia ?” Dia menjawab, “Dajjal”.






