Ajaran Islam

KN. Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas dan sesuatu yang berada di antara keduanya adalah syubhat. Barang siapa yang meninggalkan syubhat karena takut terjerumus pada dosa, dia benar-benar telah menghindar yang haram. Dan barangsiapa yang berani melakukan hal yang syubhat, sesungguhnya dia hampir jatuh kepada perkara yang haram. Dosa itu laksana tempat menggembala (hima); barangsiapa yang menggembala di dekatnya, dapat dipastikan dia pasti akan terjerumus ke dalamnya”.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa satu kaum berkata kepada Rasulullah Saw., “Satu kaum mendatangi kami dengan membawa daging, kami tidak tahu apakah mereka menyembelihnya dengan menyebut nama Allah atau tidak”. Rasulullah Saw. bersabda, “Sebutlah nama Allah dan makanlah !”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Akan datang suatu zaman, pada zaman itu orang-orang sudah tidak peduli lagi dari mana dia memperoleh sesuatu, apakah halal atau haram”.

Diriwayatkan dari Zaid bin Arkam dan al-Barra bin ‘Azib, mereka berkata, “Pada masa Rasulullah Saw. masih hidup, kami adalah dua pedagang. Kami bertanya kepada beliau tentang penukaran uang”. Kemudian beliau bersabda, “Jika dilakukan secara tunai, itu diperbolehkan dan jika dilakukan dengan tempo itu tidak diperbolehkan”.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang menginginkan rezekinya melimpah, atau umurnya panjang, hendaklah dia menyambungkan tali silaturahmi”.

Diriwayatkan dari Qatadah bahwa Anas membawa roti gandum dengan olesan lemak di dalamnya. Saat itu Rasulullah Saw. telah menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi, uangnya beliau belikan gandum untuk keluarganya. Anas mendengar hal itu dan mengatakan, “Keluarga Muhammad tidak memiliki satu sha’ gandum ataupun kurma untuk makan malam, padahal beliau mempunyai sembilan istri”.

Diriwayatkan dari Miqdam bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada makanan yang lebih baik bagi seseorang kecuali makanan yang diperoleh dari hasil keringatnya sendiri. Nabi Dawud juga makan dari hasil keringatnya sendiri”.

Diriwayatkan dari Hudzaifah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Suatu ketika, sebelum mencabut nyawa manusia, malaikat pencabut nyawa bertanya, ‘Apakah engkau pernah berbuat kebaikan?’ Orang itu berkata, ‘Aku pernah menyuruh budakku untuk memberikan kelapangan waktu kepada orang kaya untuk membayar utangnya pada waktu sempatnya dan memaafkan seseorang yang tengah dilanda kesulitan’. Maka Allah berfirman kepada malaikat, ‘Maafkanlah dia'”.

Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Penjual dan pembeli memiliki hak memilih, mengambil, atau mengembalikan barang, selama keduanya belum berpisah. Apabila keduanya mengatakan yang sejujurnya dan menjelaskan kelebihan dan kekurangan barang tersebut, maka jual beli mereka akan diberkahi Allah, tetapi apabila mereka berdusta dan menyembunyikan sesuatu atas barang yang diperjualbelikan nya maka jual beli mereka tidak akan mendapatkan keberkahan”.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id, dia berkata, “Kami mendapatkan kurma campuran dari rampasan perang. Kemudian kami menjualnya dengan cara barter, satu sha’ kurma yang bagus dengan dua sha’ kurma campuran”. Rasulullah Saw. bersabda tentang yang kami lakukan itu, “Tidak diperbolehkan menukar dua sha’ dengan satu sha’ dan satu dirham dengan dua dirham”.

Diriwayatkan dari Abu Zuhaifah bahwa ia membeli seorang hamba sahaya yang berprofesi sebagai tukang hijamah (bekam). Kemudian Abu Zuhaifah mengambil alat-alat bekamnya dan merusaknya. Dia berkata, “Rasulullah Saw. melarang memperdagangkan anjing dan darah, melarang mentato dan ditato, dan melarang menerima pemakan riba dan yang memberikan riba, dan melaknat para pembuat gambar”.

Diriwayatkan dari Khabbab, dia berkata, “Pada masa jahiliyah aku adalah seorang pandai besi, dan al-‘Ash bin Wa’il datang kepada saya. Lalu aku menemuinya untuk menagihnya. Dia berkata kepadaku, ‘Aku tidak akan membayarnya kecuali engkau keluar dari agama Muhammad’. Dia berkata, ‘Aku tidak akan pernah keluar dari agama beliau bahkan hingga engkau mati dan dibangkitkan sekalipun’. Maka dia berkata, ‘Kalau begitu, biarkan diriku sampai aku mati dan bangkit lagi. Saat itu aku akan memberikan harta, anak-anak dan aku bayar utangku itu’. Maka turunlah ayat : “Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: ‘Pasti aku akan diberikan harta dan anak’. Adakah dia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian itu di sisi Tuhan Yang Maha Penurah ?'”. (QS. Maryam : 77-78).

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa seorang penjahit mengundang Rasulullah Saw. untuk makan bersama. Anas bin Malik berkata, “Aku pergi bersama Rasulullah untuk memenuhi undangannya. Dihidangkanlah roti serta sup labu dan daging kering ke hadapan beliau. Aku melihat Rasulullah mengambil potongan labu dari hidangan tersebut”. Anas menambahkan, “Sejak saat itu jadi menyenangi labu”.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia pernah membeli unta yang memiliki penyakit sehingga selalu kehausan dari seorang laki-laki yang memiliki mitra kerja. Mitranya itu menemui Ibnu Umar dan berkata, “Mitraku menjual unta kehausan kepadamu, tapi dia tidak menjelaskan kepadamu bahwa unta itu mempunyai penyakit kehausan”. Ibnu Umar berkata kepadanya agar mengambil k…

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa seseorang menuturkan kepada Rasulullah Saw. bahwa dia merasa dicurangi ketika berjual beli. Kemudian beliau bersabda, “Jika engkau membeli sesuatu, maka katakanlah, ‘Jangan ada kecurangan’. (Sehingga ia mempunyai hak untuk mengembalikan barang tersebut apabila kemudian ditemukan cacat atau kekurangan)'”.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Satu pasukan menyerang Ka’bah, sesampainya di al-Baida, tanah yang diinjak oleh pasukan itu amblas dan mengubur mereka semua”. Aku bertanya (kata ‘Aisyah), “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa semua pasukan itu terkubur, padahal di sana terdapat pasar-pasar di mana banyak orang yang bukan bagian dari pasukan itu ?” Beliau bersabda, “Semuanya akan terkubur untuk kemudian akan dibangkitkan dan diadili sesuai dengan niat yang ada di hati mereka”.

  • Related Posts

    Tafsir Al Qur’an

    KN. Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa pada hari kiamat orang-orang akan berlutut dan setiap umat akan mengikuti Nabinya masing-masing. Mereka akan berkata, “Wahai Fulan, mohonkanlah ampunan Tuhanmu untuk kami. Hingga…

    IKATAN ITU BERNAMA MITSAQAN GHALIDZAN

    Ust. Ahmad Ridwan Rahmat Pernikahan bukan sekadar dua nama yang disatukan dalam satu undangan, tetapi dua jiwa yang dipertemukan dalam takdir langit. Ia datang bukan hanya sebagai peristiwa, melainkan sebagai…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *