CHINA ROTASI TENTARA HONGKONG DI TENGAH KISRUH DEMO

Stramed,  China merotasi tentara yang mereka kerahkan di Hong Kong pada Kamis (29/8), di tengah peningkatan ketegangan di kawasan tersebut usai serangkaian demonstrasi ricuh sejak awal Juni lalu.

China merotasi tentara yang mereka kerahkan di Hong Kong pada Kamis (29/8), di tengah peningkatan ketegangan di kawasan tersebut usai serangkaian demonstrasi ricuh sejak awal Juni lalu.

“Garnisun Tentara China di Hong Kong melakukan rotasi rutin ke-22 sejak mereka mulai dikerahkan di Hong Kong pada 1997,” demikian pernyataan pemerintah yang dilansir melalui kantor berita Xinhua.

Pernyataan itu berlanjut, “Disetujui oleh Komisi Militer Pusat, langkah ini merupakan rotasi rutin tahunan yang sesuai dengan hukum China mengenai Garnisun di Kawasan Pemerintahan Khusus Hong Kong, yang berbunyi, ‘Garnisun harus mempraktikkan sistem rotasi anggota.'”

Dalam pemberitaan itu, Xinhua juga melansir sejumlah foto setumpuk tas tentara dan truk yang bakal membawa pasukan di perbatasan China dengan Hong Kong.

Namun, keterangan foto itu tak menjelaskan lebih lanjut truk-truk itu akan bertolak dari China ke Hong Kong atau sebaliknya.

Tak hanya itu, Xinhua juga memuat foto satu kapal angkatan laut kecil yang dilaporkan baru saja tiba di Hong Kong.

Rotasi pasukan ini dilaksanakan di tengah peningkatan ketegangan usai serangkaian demonstrasi yang kerap berakhir ricuh sejak awal Juni lalu.

Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.

Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.

Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China.

“Garnisun Tentara China di Hong Kong melakukan rotasi rutin ke-22 sejak mereka mulai dikerahkan di Hong Kong pada 1997,” demikian pernyataan pemerintah yang dilansir melalui kantor berita Xinhua.

Pernyataan itu berlanjut, “Disetujui oleh Komisi Militer Pusat, langkah ini merupakan rotasi rutin tahunan yang sesuai dengan hukum China mengenai Garnisun di Kawasan Pemerintahan Khusus Hong Kong, yang berbunyi, ‘Garnisun harus mempraktikkan sistem rotasi anggota.'”

Dalam pemberitaan itu, Xinhua juga melansir sejumlah foto setumpuk tas tentara dan truk yang bakal membawa pasukan di perbatasan China dengan Hong Kong.

Namun, keterangan foto itu tak menjelaskan lebih lanjut truk-truk itu akan bertolak dari China ke Hong Kong atau sebaliknya.

Tak hanya itu, Xinhua juga memuat foto satu kapal angkatan laut kecil yang dilaporkan baru saja tiba di Hong Kong.

Rotasi pasukan ini dilaksanakan di tengah peningkatan ketegangan usai serangkaian demonstrasi yang kerap berakhir ricuh sejak awal Juni lalu.

Awalnya, para demonstran menuntut pemerintah membatalkan pembahasan rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tersangka satu kasus diadili di negara lain, termasuk China.

Para demonstran tak terima karena menganggap sistem peradilan di China kerap kali bias, terutama jika berkaitan dengan Hong Kong sebagai wilayah otonom yang masih dianggap bagian dari daerah kedaulatan Beijing.

Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi itu pun berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari China. (Sumber: Cnn Indonesia)

Related Posts

Asia-Pacific Tax Forum ke-17 Bahas Geopolitik dan Fragmentasi Ekonomi Global

KN-Kuala Lumpur, Malaysian Association of Tax Accountants (MATA) berkolaborasi dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyelenggarakan 17th Annual Asia-Pacific Tax Forum (APTF) 2026 pada 27-28 Juli 2026…

MARI KITA BEDAH BERSAMA : “PENGAWASAN MELEKAT YANG MATI SURI” :

Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 BOGOWONTO… ​Sangat benar. Ini akar dari semua penyakit bangsa. Bukan karena tidak ada aturan. Tapi karena tidak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *