Dinamika Seleksi Cakada Partai Aceh Untuk Pilkada Aceh 2024

KN, Proses seleksi calon Kepala Daerah (Cakada) Partai Aceh yang telah berlangsung selama beberapa bulan hampir selesai. Ketua Tim Seleksi, Dr. Nurlis Effendi, mengumumkan bahwa Calon Wakil Gubernur Aceh untuk pasangan Calon Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), telah dipilih dan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh, yaitu Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah (Dek Fad). Meskipun terpilihnya Fadhlullah sebagai bakal calon wakil gubernur itu diwarnai sejumlah dinamika politik, Nurlis menjelaskan bahwa keputusan ini dipikirkan dengan matang dan berhubungan dengan kepentingan strategis Aceh di tingkat nasional.

Seleksi Cakada menjadi sorotan banyak pihak, terutama warga Aceh yang ingin mengetahui siapa calon kepala daerah dari Partai Aceh di berbagai kota. Beberapa calon bupati/walikota Partai Aceh telah ditetapkan, di antaranya H. Mukhlis Basyah, S. Sos sebagai calon Bupati Aceh Besar dan Muhammad Jazuli sebagai calon Wakil Bupati Aceh Besar. H. Ismail A Jalil, SE ditetapkan sebagai calon Bupati Aceh Utara dan Tarmizi Panyang sebagai calon Wakil Bupati Aceh Utara.

Selain itu, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH menjadi calon Walikota Lhokseumawe, sedangkan Maimul Mahdi, S. Sos, M.A.P dan Ir. H. Jufri Hasanuddin, MM bertarung sebagai Calon Walikota dan Bupati Aceh Selatan, masing-masing. Di kota Sabang, H. Fachrul Razi, M.I.P., M.S.I., MH dan pasangannya akan menjadi Calon Walikota dan Wakil Walikota Sabang.

Meskipun demikian, keputusan ini masih bisa berubah sesuai dengan dinamika politik yang ada. Nurlis menyadari bahwa politik adalah hal yang dinamis dan dapat terjadi perubahan setiap saat. Oleh karena itu, jika ada perubahan-perubahan terbaru tentunya akan disampaikan lagi kepada publik.

Meski banyak dinamika di balik proses seleksi Cakada, kita sebagai masyarakat harus tetap memperhatikan kepentingan-kepentingan strategis Aceh di tingkat nasional. Kita juga harus menerima bahwa politik adalah bagian besar dari kehidupan masyarakat, dan karenanya setiap perubahan di dalamnya harus dihadapi dengan bijak. Mari kita berharap agar pemilihan kepala daerah di berbagai kota di Aceh dapat menghasilkan pemimpin yang visioner dan berkomitmen dalam memajukan Aceh.

 

Foto: Ilustrasi pilkada 2024, sumber foto: Nu Online

Related Posts

Repatriation of Illegal Cultural Artifacts

KN-JAKARTA, U.S. Chargé d’Affaires ad interim to Indonesia Peter Haymond said at the U.S.–ASEAN Conference on Combating Illicit Trafficking of Cultural Property in Jakarta said that the U.S. Embassy remains…

Alarming deforestation

KN-JAKARTA, After several years of declining deforestation, 2025 marked a significant regression for Indonesia’s environmental health as forest cover loss surged. A recent report by the environmental watchdog Auriga Nusantara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *