Fintech dan Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia: Tantangan dan Peluang

KN, Revolusi industri 4.0 memang telah membawa kemajuan teknologi digital yang signifikan di Indonesia, termasuk munculnya teknologi keuangan atau fintech yang menawarkan solusi keuangan inovatif dan disruptif dalam mentransformasikan cara masyarakat mengelola keuangan mereka. Fintech juga telah meningkatkan efisiensi, efektivitas dan jangkauan layanan serta menciptakan produk dan layanan yang lebih inklusif sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, kemunculan fintech juga menimbulkan tantangan dan risiko yang perlu diatasi agar perkembangan ekonomi digital dan fintech di Indonesia dapat berlangsung dengan baik.

Dalam sebuah webinar nasional seri 1 yang bertajuk “Pengembangan dan Penguatan Ekosistem Keuangan Digital di Indonesia,” Ketua ISEI Jakarta Inarno Djajadi menyatakan bahwa perkembangan fintech di Indonesia semakin didukung oleh meningkatnya penggunaan teknologi digital oleh masyarakat. Berdasarkan hasil survei penetrasi internet Indonesia pada 2024 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelengggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79,5 persen atau setara dengan 221,5 juta pengguna internet dari total populasi 278,7 juta jiwa. Perkembangan ini tercermin dari nilai ekonomi digital Indonesia yang sebesar USD 77 miliar pada 2022 dan diperkirakan akan mencapai USD 130 miliar pada 2025.

Di samping itu, pada 2024, nilai transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp211,10 triliun dengan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 20,16 juta jiwa. Namun, walaupun fintech menawarkan kemudahan dan inovasi dalam layanan keuangan, industri fintech juga memiliki beberapa tantangan yang perlu diatasi agar perkembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia dapat berjalan lancar.

Salah satu tantangan utama dalam industri fintech adalah keamanan siber atau serangan siber yang menyerang sebagian besar perusahaan fintech. Direktur Eksekutif Aftech Aries Setiadi mengatakan bahwa cyber security masih menjadi tantangan, meskipun di industri fintech sendiri sudah memiliki kesiapan seperti disaster recovery plan. Jumlah frekuensi serangan siber dalam sehari mencapai 4 persen dan meningkat menjadi 6,7 persen dalam periode sebulan sekali. Oleh karena itu, perlu ada update keamanan teknologi dari sisi industri fintech itu sendiri agar dapat menangani risiko keamanan siber yang semakin mengancam.

Tantangan lainnya adalah rendahnya literasi keuangan masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator memperketat aturan pemengaruh atau influencer keuangan di media sosial agar tidak menimbulkan risiko gagal bayar hingga penipuan investasi. Dalam survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) terhadap tingkat kepercayaan terhadap beberapa sumber sebelum memutuskan investasi, influencer media sosial menduduki peringkat pertama. Padahal, seringkali influencer tersebut tidak memiliki background keuangan dan legalitas sebagai konsultan keuangan sehingga berpotensi menjerat masyarakat pada pinjaman yang gagal bayar.

Namun, pemerintah bersama dengan regulator OJK berkomitmen untuk mengembangkan dan memperkuat ekosistem keuangan digital nasional untuk mengejar visi Indonesia digital 2045 yang didukung tiga pilar utama, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital. Pemerintah berupaya meningkatkan investasi pada infrastruktur digital ke depannya, memperbaiki iklim bisnis di Indonesia, mendorong digitalisasi usaha mikro kecil menengah, mempromosikan kehadiran startup teknologi baru, dan mempercepat pemanfaatan teknologi digital di sektor-sektor utama perekonomian.

Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia maju 2045, sektor keuangan perlu diarahkan untuk menjadi sumber pembiayaan yang dalam, inovatif, efisien, stabil dan inklusif untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas tersebut. Oleh karena itu, reformasi sektor keuangan dan pengembangan keuangan digital diperlukan sebagai upaya tambahan untuk mendorong penguatan regulasi di sektor keuangan. Ekonomi digital juga membutuhkan modal yang tidak kecil sehingga investasi sektor ekonomi digital sangat perlu didorong, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Indonesia memang sedang fokus dalam memperkuat ekosistem keuangan digitalnya. Namun, upaya untuk mengatasi tantangan yang mengancam harus dilakukan agar perkembangan fintech dan ekonomi digital di Indonesia dapat berjalan lancar.

Related Posts

MARI KITA BEDAH POSISI KPK DIANTARA KEJAKSAAN DAN KEPOLISIAN RI sebuah Analisis

​Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 (AMZ). KN-JAKARTA, Hal ini penting, agar rakyat nggak bingung “siapa dan ngapain”. ​VONIS AKAL SEHAT : Kalau…

Kapolda Aceh Sambangi DJBC, Perkuat Sinergi Berantas Penyelundupan dan Narkoba

KN-BANDA ACEH – Dalam upaya memperkuat garda keamanan dan penegakan hukum di Tanah Rencong, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *