KN-NEW YORK — Danau Ontario yang membentang di perbatasan antara Kanada dan negara bagian New York, Amerika Serikat, mendadak viral di media sosial. Danau yang dikelola bersama oleh kedua negara tersebut kini menjadi arena baru perselisihan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menggunakannya sebagai alat untuk menekan pemerintah Kanada.
Aksi ini dipicu oleh kegagalan Amerika Serikat dalam memaksakan kehendak terkait kesepakatan dagang dengan Kanada. Sebagai bentuk tekanan, presiden yang kerap dijuluki “Presiden Cowboy” tersebut meminta perusahaan teknologi Apple untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi “Danau Amerika”.
Menanggapi permintaan tersebut, pihak Apple kesulitan untuk menolak. Perusahaan tersebut akhirnya mengabulkan perubahan nama Danau Ontario pada layanan peta digital mereka, tetapi penyesuaian itu hanya berlaku secara khusus bagi pengguna Apple Maps di wilayah Amerika Serikat.
Kanada Pasang Papan Penegasan Kedaulatan
Pemerintah Kanada tidak tinggal diam merespons tindakan sepihak tersebut. Sebagai bentuk perlawanan dan penegasan atas kedaulatan wilayahnya, sebuah papan nama baru didirikan di sepanjang pinggiran danau yang masuk dalam kawasan Kanada.
Papan nama tersebut memuat pesan yang sangat tegas: “Danau Ontario, Saat ini dan Selamanya”.
Perselisihan simbolis mengenai penamaan danau ini pun memicu gelombang reaksi dari masyarakat internasional dan dinilai semakin memperkeruh hubungan bilateral kedua negara tetangga tersebut.








