INI KALANGAN DARI ETNIS CHINA YANG BANYAK JADI MUALAF

Stramed, etua Yayasan Haji Karim Oei dan juga Ketua Masjid Lautze, Ali Karim, mengatakan, kriteria mualaf etnis China di Indonesia berasal dari kelas pekerja. Hanya segelintir kecil saja yang berasal dari kelas pengusaha besar.

“Yang jadi mualaf (dari etnis China) itu kebanyakan kelas pekerja. Ada pengusaha, pengusaha besar ya, itu paling hanya satu dua (segelintir kecil),” kata Ali saat dihubungi Republika, Jumat (12/2).

Dia mengakui bahwa pertumbuhan populasi masyarakat Muslim beretnis China ini terus meningkat dengan kriteria yang berbeda jika dibandingkan dengan 10 atau 50 tahun lalu. Di era generasi ayahnya (Haji Karim Oei 1905-1988), Ali mengatakan bahwa populasi Muslim China berasal dari rentang usia yang relatif tua.

Biasanya, kata Ali, di masa lampau kriteria masyarakat Muslim China sudah terlalu berumur. Mereka yang telah pensiun itu pun, kata dia, sudah cukup kuat secara finansial dan kemudian mulai mencari-cari agama serta keyakinan yang mereka yakini dapat menemani akhir-akhir masa hidup mereka.

Namun demikian di masa kini, kata Ali, kriteria Muslim China dan juga para mualaf didominasi oleh kalangan usia pekerja dan mahasiswa. “Sekarang itu sudah banyak sekali mualaf dari kalangan mahasiswa, jadi banyak yang muda-muda justru yang jadi Islam,” kata Ali.

Pembina Masjid Lautze 2 Bandung Hernawan Mahfudz mengatakan, di Bandung pun mualaf etnis China didominasi dari kalangan pekerja. Rentang usia mereka, kata Hernawan, juga berasal dari kalangan muda di kelas pekerja dan mahasiswa.(Republika)

Related Posts

Program Pelatihan Global Manajemen Aset KI dari WIPO Resmi Dibuka

KN-Jakarta, Kemampuan mengelola aset kekayaan intelektual (KI) tidak lagi hanya soal perlindungan hukum, tetapi juga strategi bisnis yang mampu menciptakan nilai ekonomi. Menjawab kebutuhan tersebut, World Intellectual Property Organization melalui…

Kim Jong-un Tegaskan Kesiapan Pasok Rudal ke Iran: “Satu Rudal Cukup Lenyapkan Israel”

KN-PYONGYANG, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengeluarkan pernyataan provokatif yang mengguncang panggung geopolitik global. Pyongyang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk memasok persenjataan rudal ke Teheran guna menghadapi agresi militer…