KALAU SERIUS NKRI HARGA MATI, FADLI ZON SARANKAN PANGLIMA TNI BERKANTOR DI PAPUA

Stramed, Tanggal 1 Desember menjadi tanggal yang cukup diingat oleh anggota DPR RI Fadli Zon. Di tanggal itu, biasanya Organisasi Papua Merdeka (OPM) menggelar acara khusus.

Kelompok separatis itu biasa mengibarkan bendera Bintang Kejora Papua Barat pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Tanggal tersebut mereka anggap sebagai hari kemerdekaan Papua.

Belakangan, kabar mengenai OPM ini kembali muncul meski gaungnya masih kurang dibandingkan dengan ‘perang’ baliho yang ditindak TNI dan Polri.

Pemerintah pun kemungkinan tak melakukan banyak upaya dalam menghadapi tanggal 1 Desember besok. Padahal OPM dipastikan akan menggelar acara khusus.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan III) Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan menjelang 1 Desember, kelompok bersenjata seringkali melakukan gangguan keamanan untuk menunjukkan eksistensinya.

TNI, ujar dia, hanya melakukan pengamanan seperti biasanya tanpa ada peningkatan.

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon ikut angkat bicara dengan rencana HUT OPM pada 1 Desember. Menurut Fadli, pemerintah sudah seharusnya turun tangan menyikapi hal tersebut.

Bahkan ia pun secara khusus memberikan masukan agar Panglima TNI terbang ke Papua untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tak ada gejolak pemidahan Papua dari NKRI.

Fadli pun berkicau di akun Twitter pribadinya, dikutip Galamedia, Senin, 30 November 2020.

“Biasanya pd 1 Desember ada peringatan OPM n mereka yg menginginkan Papua merdeka. Sy sarankan Panglima TNI ke Papua n memantau langsung n mengendalikan situasi di sana,” tulis Fadli Zon.

“Kalau perlu berkantor sementara di sana. Ini kalau serius ‘NKRI Harga Mati’.” lanjut Fadli.

Warganet pun mengomentari kicauan Fadli Zon. Ada yang kontra, ada juga yang mendukung.

“Masih koordinasi ttg baliho yang mengancam NKRI yang katanya Harga Pas,” begitu komentar warganet.

“Daripada ke papua takut mati, mendingan ngurus hrs saja… ringan tapi kredit poin nya gede…,” sindir netizen lain.

“dan kalo bisa berKantor saja sementara di Papua, untuk memastikan bhw MerahPutih tetap berKibar untuk NKRI#,” warganet lain memberikan komentarnya.(Galamedia)

Related Posts

Masyarakat Sipil Bentuk Kabinet Bayangan, Kritiki Inefisiensi dan Tersumbatnya Demokrasi

KN-JAKARTA — Kelompok masyarakat sipil meresmikan pembentukan Kabinet Bayangan sebagai bentuk inovasi gerakan dalam mengawasi dan mengoreksi kebijakan pemerintah. Sekretaris Kabinet (Seskab) Kabinet Bayangan, Ahmad Jilul QF, menyatakan bahwa inisiatif…

Iran Tangkap 21 Agen Mossad di Kerman, Direktur Intelijen Israel Pecat Dua Pejabat Senior

KN-TEHERAN — Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 21 tentara bayaran yang terhubung dengan badan intelijen Israel, Mossad, di Provinsi Kerman, wilayah tenggara Iran. Para tersangka diduga kuat mengumpulkan informasi intelijen…