KN. Saya teringat istilah ini dipopulerkan oleh Seorang teman yg bernama Denny Siregar kala itu di Tahun 2014 sd 2019 kawan ini mendukung Pencalonan Joko Widodo Sebagai Calon Presiden. Ia memilih Medsos sebagai Arena Tempurnya . Istilah pendek itu ternyata ampuh untuk menyadarkan Kelompok Sumbu Pendek yg Anti Joko Widodo. Ia pun berhasil memperoleh Follower terbanyak di Asia Tenggara bahkan Asia Barat.
Meskipun kemudian di Tahun 2024 ia bergeser dari diri dia sebelumnya dan menjadi Buzer dan Haters terhadap Joko Widodo karena jasanya digunakan oleh Paslon Capres – Cawapres yg tidak didukung Joko Widodo, tapi saya menilai apa yg dilakukan Denny Siregar dkk walaupun untuk diperoleh manfaatnya hanya dalam 10 Tahun sudah prestasi yg membanggakan.
Tapi memang Fenomena KURANG PIKNIK ini adalah masalah serius di Era ini. Saya ingin menafsirkan Kurang Piknik bukan kurangnya Pengunjung Tempat2 Wisata. Pastilah hal itu akan bertentangan dengan fakta. Tapi kurang piknik saya memahaminya kurangnya kita Berselancar Logika sehingga merasa nyaman dengan Fanatisme Sempit yg bahkan kita sebut Ketaatan
Musibah Terbesar Abad ini tentu saja Musibah Psikologis dan Spritualitas yang Stagnan. Musibah ini lebih berbahaya dari Bencana Alam karena Efek Sosialnya sangat mengerikan. Kadang yg menjadi lawan kita justru Tokoh – Tokoh yang sudah merasa nyaman dengan apa yang diyakininya. Mereka Anti berselancar logika dan anehnya mereka berargumentasi sikap mereka itu adalah Ajaran Agama yg diimaninya. Era Modern tapi menghalangi diri dari Evolusi dan Revolusi Pemikiran itu hanya akan meniscayakan Kemunduran yang terabadikan.
Era ini Pergerakan Culture & Civilization (Budaya dan Peradaban) justru menemukan Titik Cerahnya Budaya dan Peradaban mampu hadir menjadi Solusi dari Jamuan Modernisasi yg semakin membosankan. Budaya dan Peradaban bisa menjadi Solusi bagi siapapun yg Kurang Piknik sepanjang ia mau berselancar baik sendiri maupun bersama yang lain tanpa kehilangan Nilai Substantif Religiusitas dan Spiritualitasnya. Rasanya kita tak butuh busana baru untuk membuktikan kita telah Sedang Piknik tapi cukup dengan hadirnya Perubahan Paradigma saja.
Jakarta, Ahad 5 Januari 2025
~ Andi Naja FP Paraga ~






