MANAJEMEN TIDUR ALA RASULULLAH

Stramed, Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah aktivitas seharian. Karena itulah, kualitas tidur mutlak dibutuhkan guna mendatangkan manfaat bagi kesehatan.

Rasulullah SAW dalam teladannya terbiasa tidur lebih awal selepas Isya kemudian bangun sekitar pukul tiga. Jadi, Rasulullah tidur kurang dari delapan jam. Namun, beliau benar-benar menjaga kualitas tidurnya dengan baik.

Lantas, seperti apa cara Rasulullah SAW sehingga dapat menjaga kualitas tidurnya.  Dalam buku Sehat Holistik ala Rasulullah, mencatat ada beberapa hal yang dilakukan Rasulullah sebelum tidur:

Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah aktivitas seharian.

Berwudhu

“Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”.(HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)

Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah aktivitas seharian.

Berzikir

Nabi mencontohkan kepada umat Muslim sebelum tidur untuk membaca dzikir. Salah satu dzikir yang dibaca Nabi adalah dengan membaca: “Subhanallahi wal-hamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar,”. Dzikir ini dibaca sebanyak 33 kali.

Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah aktivitas seharian.

Membersihkan Tempat Tidur

Rasulullah terbiasa membersihkan tempat tidurnya sebelum berbaring. Gunanya agar kita terhindar dari apa saja yang membuat tidur kita tidak nyaman.

Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah aktivitas seharian.

Berbaring Miring ke Sebelah kanan.

Tidur tengkurap di malam hari maupun siang hari dilarang oleh Nabi. Rasulullah SAW bersabda: “Innaha dhij’atu ahli-nnari,”. Yang artinya: “Sesungguhnya (berbaring dengan tengkurap) itu adalah berbaringnya penghuni neraka,”.(Republika)

Related Posts

Gencatan senjata AS-Iran rapuh, tapi perlu untuk ruang de-eskalasi kekerasan.

KN-TEHERAN, “Meski disambut banyak pihak, gencatan senjata antara AS dan Iran belum bisa diharapkan untuk menciptakan perdamaian permanen antara AS-Israel dan Iran. Gencatan senjata itu baik secara subtantif maupun perkembangan…

Fog of Information: Kesulitan Analisis Intelijen dalam Mengurai Perang Propaganda Iran vs Amerika Serikat-Israel di Era AI

KN-TEHRAN, Perang propaganda antara Iran versus Amerika Serikat-Israel telah menjadi salah satu dimensi paling rumit dan canggih dalam konflik Timur Tengah tahun 2025-2026. Eskalasi militer langsung yang dimulai sejak Operasi…