KN-JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang digelar Koalisi Indonesia Anti Korupsi (KOSASI) di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi yang dipimpin Dimas Restu Aji, menuntut KPK mengusut tuntas dugaan korupsi proyek cetak sawah yang menyeret nama mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Dalam tuntutannya, KOSASI merujuk pada data BPK Semester II 2019 yang menunjukkan adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp25,20 miliar. Kerugian ini diduga berasal dari proyek cetak sawah di enam provinsi seluas 1.656 hektare yang tidak dilaksanakan atau fiktif.
“Negara rugi! Kami meminta KPK wajib usut tuntas dugaan proyek fiktif cetak sawah ini. Segera periksa dan tangkap Gatot Nurmantyo,” seru massa dalam salah satu spanduk yang mereka bentangkan di depan gedung lembaga antirasuah tersebut.
Selain kasus cetak sawah, orator juga menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam jaksa yang dilakukan baru-baru ini. Orator mendesak agar penanganan kasus oknum jaksa korup tersebut sepenuhnya diambil alih dan diselesaikan oleh KPK tanpa intervensi.
Suasana sempat menegang ketika massa mulai melakukan aksi bakar ban di dua titik berbeda. Api berkobar di depan barikade kawat duri yang membatasi massa dengan gedung KPK.

Tak berhenti di situ, massa kembali membakar ban di tengah jalan raya depan gedung Merah Putih yang sempat mengganggu arus lalu lintas. Namun, petugas kepolisian yang berjaga di lokasi bergerak cepat memadamkan api. Meski sempat diwarnai aksi bakar ban, situasi secara keseluruhan berakhir dalam keadaan aman.
Pihak KPK sendiri belum memberikan komentar terkait desakan massa untuk memeriksa mantan Panglima TNI tersebut maupun terkait pengambilalihan kasus jaksa yang diminta oleh massa KOSASI.







