KN. Masyarakat Banten pada Seminar Nasional HPN 2026 mendukung Pembangunan Infrastruktur, Transportasi dan Pembangunan Pelabuhan Ciwandan untuk meningkatkan ekonomi Provinsi Banten menjadi topik menarik.
Seminar bejudul “Pembangunan Infrastruktur, Transfortasi dan Pelabuhan Ciwanda untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional dan Masyarakat Banten” ini mengkaji pembangunan dari berbagai inovasi dari sisi infrastruktur,transportasi dan Pelabuhan Ciwandan, yang digelar di Serang, Banten.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dibuka Wakil Gubernur Banten, Dr.H.Achmad Dimyati Natakusumah SH,MH,MSi dilanjutkan laporan Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Zulmasyah Sekedang yang juga Sekjen PWI Pusat. Acara dilanjutkan dua sesi seminar masing- masing menampilkan empat narasumber dengan moderator M. Arifin
Mukeandar .
Pada sesi pertama menampilkan narasumber sebagai berikut: Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembanguan Wilayah, Agraria, dan tata ruang Kemenko Infrastruktur, Nazib Faisal,ST,MSc dengan topik “Rencana strategis pembangunan infrastruktur secara nasional, pembangunan infrastruktur khusus Provinsi Banten, lebih khusus pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar pelabuhan Ciwandan”.
• Kementerian Pekerjaan Umum, Dirjen Bina Marga Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, ST, MT topik: “Mewujudkan kembali Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan internasional untuk meningkatkan ekonomi nasional dan ekonomi lokal Banten. “
• Kementerian Perhubungan, Direktur Kepelabuhanan Dr.Muhammad Anto Julianto, SE, MSi Pelaksanaan penyusunan kebijakan teknis dan rekomendasi strategi program keterpaduan infrastruktur pekerjaan umum berdasarkan pendekatan pengembangan wilayah khususnya di Pelabuhan Ciwandan, Banten .
• PT.Pelindo (persero), Eksekutif Direktur Regional 2 Pelindo 2, Budi Prasetyo dengan topik :Transformasi dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia dan khususnya di Pelabuhan Ciwandan.
Wakil Gubernur Banten, Dr. H. Achmad Dimyati Natakusumah, SH, MH, MSi menegaskan jurnalis memiliki posisi strategis sebagai pilar kontrol sosial yang berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan.
Wagub Dimyati menegaskan bahwa kritik dan masukan dari media massa selalu dia tempatkan sebagai informasi dan aspirasi yang konstruktif.
“Saya kerap menerima tautan berita terkait jalan atau jembatan rusak dari rekan-rekan media. Setelah diverifikasi dan terbukti benar, saat itu juga saya instruksikan dinas terkait untuk segera
melakukan perbaikan,” ujar Dimyati.
Melalui forum seminar ini, ia berharap para jurnalis dapat menyampaikan masukan yang komprehensif sehingga program-program pembangunan pemerintah diharapkan berjalan tepat sasaran dan tepat guna.
Dimyati juga memaparkan kondisi fiskal Provinsi Banten yang dinilainya relatif mandiri dibandingkan daerah lain. “Kemandirian fiskal kita cukup tinggi. Dukungan dana transfer dari pemerintah pusat hanya berkisar 20 persen, sementara 80 persen sisanya bersumber dari PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelasnya. Pembiayaan pembangunan berada di kisaran Rp10 triliun, namun sebagian besar anggaran tersebut masih ditopang oleh kekuatan PAD Banten.






