KN. Saya selalu tidak habis pikir bagaimana Nelayan terfasilitasi dengan Industri yang berkaitan dengan hasil tangkapannya yang melimpah. Apakah itu Sebuah Sistem Pabrikasi mengelola Ikan Basah menjadi Ikan Kering hanya dalam waktu hitungan jam, lalu dibungkus dengan Shack yang siap dengan merk nya , tinggal mencari Konsumen Besarnya. Atau mungkin ada keinginan Industri yang yang lain dari Sektor Kenelayanan.
Saya juga selalu tak habis pikir bagaimana Hasil Panen Petani itu dijamah Industri dari gabah langsung menjadi beras, sementara pohon padinya dapat menjadi sesuatu yang dinilai dengan uang karena industri yang ada bisa mengelolanya menjadi pakan ternak, menjadi gas atau menjadi apa saja sehingga tidak ada satupun yang sia – sia dari tanaman yang menghasilkan itu.
Saya masih sangat yakin bahwa Kampanye Pilkada untuk mensejahterakan Nelayan dan Petani itu akan hambar – hambar saja karena Kepala Daerah yang terpilih bisa jadi tak bisa menemukan solusi dalam Satu Tahun Masa Kerjanya, apalagi diminta progres program dan kinerja dalam 100 hari setelah menjabat jika tidak memiliki link – link penciptaan tekhnologi yang dibutuhkan Nelayan dan Petani. Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) kembali pada kegiatannya yang minus Industri dan monoton.
Dalam Kegalauan saya yang berulang terjadi pada Setiap Pelantikan Kepala Daerah itu ternyata saya dipertemukan dengan Seseorang yang Sangat Idealiis namun memiliki penguasaan terhadap tekhnologi yang dibutuhkan daerah sesuai Potensi Sumber Daya Alamnya. Saya berdiskusi panjang lebat dengannya hingga saya berkesimpulan inilah orang yang kita butuhkan.
Keahliannya merancang Industri tepat guna itu justru selama ini lebih banyak digunakan oleh Negara lain. Baginya bahkan tidak satupun yang hanya akan menjadi limbah, segalanya bisa terdaur ulang dan dibutuhkan. Begitu saya bicara Oli Kotor yang berton- ton agar bisa didaur ulang menjadi oli yang bisa digunakan kembali buatnya itu hal yang sangat mudah. Ia bisa menciptakan tekhnologinya.
Saya pun berfikir bagaimana jika Kepala Daerah yang akan dilantik nanti pada sekitar 18-20 Februari 2025 sudah mulai berfikir menghidupkan BUMD – BUMD itu tidak hanya memberi keuntungan kepada Keuangan Daerah, akan tetapi juga dapat berimprovisasi dalam tekhnologi sehingga rakyatpun bisa memperoleh manfaatnya.
Kepada Siapapun yang berada pada ring – ring Gubernur, Walikota dan Bupati yang akan segera dilantik mari diskusikan hal ini. Perubahan sudah harus kita lakukan didaerah tempat kita hidup. Perubahan yang bermanfaat dan menguntungkan untuk Semua.
Hormat Saya
Andi Naja FP Paraga








