Stramed, Merdeka menuju MERDESA memang tidak mudah. Ratusan Tahun Amerika Serikat telah merdeka tapi Suku Indian sebagai pemilik Asli Benua yg ditemukan Colombus itu tak terlihat di Parlemen apalagi di Kabinet. Suku Indian bahkan tak punya Negara Bagian hingga saat ini.
Pemimpin mereka ada yg terbunuh ketika sedang menjabat menjadi Presiden. Masih banyak rakyatnya menjadikan Mobil sebagai Rumah Tinggal sementara Mantan Presiden hidup mewah dan indah di Perkebunan-perkebunan besar miliknya. Tapi kita kadang menjadikan USA sebagai Standart Demokrasi.
Australia dikuasai Bangsa Eropa sementara Bangsa Abourigine menjadi Suku Kecil yang tidak punya Negara Federasi. Australia bingung memastikan Identitas dahulu menyebut diri Eropa,sekarang menyebut diri Asia
Afrika Selatan dikuasai Bangsa Eropa yg mengklaim diri Bangsa Afrika padahal jasmani dan rohaninya jelas Eropa. Nelson Mandela Pejuang Kulit Hitam Asli Afrika sengsara dari penjara ke Penjara hingga kelak menjadi Presiden tetapi rela menerima Bangsa Kulit Putih sudah menjadi bagian dari bangsanya. Kini Sejak Nelson Mandela Afsel dipresideni Penduduk Asli Afrika.
INDONESIA 75 Tahun Presidennya tetap Asli Bangsa Indonesia. Gubernur,Bupati/Walikota adalah Orang Asli/Petantau dari daerah lain yg sejak lama telah bermukim didaerah tersebut.
Suku Bugis,Makassar,Mandar,Selayar,Toraja tetap berjaya di Sulawesi Selatan mereka menjadi Gubetnur/Bupati/Walikota,DPRD dll di Buminya sendiri. Kata Siapa Sulawesi Selatan dikuasai Asing atau Aseng jika bukan dari Tukang Fitnah
Papua minta Kata Irian Jaya diganti jadi Papua agar tak kehilangan Identitasnya No Problem mereka diberikan dan mereka mendapatkan yg diinginkan. Mereka pun ingin jadi 2 Propensi dan terwujudkan. Gubernur/Bupati semua Asli Papua jadi Klaim Asing dan Aseng menguasai Indonesia itu hanya pekerjaan Tukang Fitnah.
DIY JOKJAKARTA tetap dengan polanya,Propensi Aceh ingin dengan polanya diberikan . Kata Siapa lagi Asing dan Aseng berkuasa disana jika bukan dari Tukang Fitnah. Semua Daerah sama dalam Hak dan Kewajiban walaupun semua menyaksikan tidak mudah untuk menyegerakan Keadilan Sosial pada setiap daerah.
75 Tahun Indonesia jangan sampai dikuasai Tukang Fitnah mereka yg bernarasi dan berorasi Devide et Empera sebaiknya taubat karena ini Bangsa,Negara,Tanah Airku,Tumpah Darahmu. Pemerintah adalah Pemerintahmu bukan VOC,bukan Fir’aun atau Namdruz,bukan Nazi bukan siapapun dan apapun melainkan Pilihan Bangsa kita sendiri.
Stop Fitnah kita kehilangan Kedaulatan karena Fitnah lebih kejam dari Pembunuhan
Dirgahayu Bangsa Indonesia,Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia. Lawan Devide Et Empera didalam Kemerdekaan yang kita pertahankan. Pasti Perjuangan kita lebih berat karena Zaman sudah berbeda tantangannya pasti berbeda
Merdeka
Andi Naja FP Paraga
Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.







