SATGAS KIZI TNI KONGA XX-Q/MONUSCO BANGUN KEMBALI JEMBATAN HALULU KONGO

Stramed, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni (Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-Q/Mission de LOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation En Republique Democratique de Congo (MONUSCO) bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat setempat, membangun kembali Jembatan Halulu yang runtuh akibat banjir bandang di Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, beberapa waktu yang lalu.

Proses pembangunan jembatan Halulu di awali dengan peletakan batu pertama dan penempatan pilar oleh Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/MONUSCO, perwakilan dari Monusco, dan Pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Jembatan Halulu dengan panjang 34 meter memiliki nilai yang sangat strategis, karena menghubungkan Republik Demokratik Kongo dengan negara Uganda yang merupakan perlintasan jalur utama perekonomian dan logistik sehingga sering dilewati kendaraan bermuatan besar.

Komandan Satgas Letkol Czi M.P. Sibuea, S.H., M.Han., menekankan kepada seluruh personel yang bertugas untuk selalu waspada, mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam bekerja, karena banyak masyarakat dan anak-anak yang sangat antusias untuk melihat dari dekat proses pekerjaan tersebut.

Pada pelaksanaan membangun kembali Jembatan Halulu, Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/MONUSCO menggunakan beberapa alat berat diantaranya excavator, crane, lowbed dan dumptruck.

Sumber: Puspen TNI

Related Posts

MPWAA Salurkan Ribuan Wakaf Al-Qur’an dari Tiga Negara untuk Korban Banjir Peureulak

​KN-ACEH TIMUR,  Majlis Penyerahan Wakaf Al-Qur’an Aceh (MPWAA) menyalurkan bantuan hasil donasi masyarakat dari tiga negara tetangga—Malaysia, Brunei, dan Singapura—untuk masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu…

Legitimasi Kuat: Kepuasan Publik 79,9% Buktikan Kebijakan Presiden Prabowo Menjawab Kebutuhan Riil Rakyat

​KN-JAKARTA, Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menyentuh angka 79,9 persen dinilai bukan sekadar simbolis. Hasil ini menjadi penanda kuat bahwa kebijakan pemerintah saat ini memiliki legitimasi sosial…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *