WILHELM OTT NIKAH ULANG SECARA ISLAM SETELAH JADI MUALAF

Stramed, Pada April 2020, petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Austria, Wilhelm Ott, memutuskan untuk menjadi mualaf. Namun Ott tidak sendirian, karena istrinya, Michelle Birringer, juga memutuskan untuk memeluk agama Islam sebagaimana sang suami.

Setelah resmi pasangan Muslim, Ott dan Michelle pun memutuskan untuk melaksanakan upacara pernikahan ulang. Mereka berniat untuk memperbarui janji pernikahan mereka yang mana kini sesuai dengan syariat Islam.

Upacara pernikahan itu sendiri dilangsungkan pada 31 Mei 2020 setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Acara bahagia tersebut diselenggarakan di Kantor Pusat Federasi Islam Traiskirchen, sekitar 20km dari Ibu Kota Austria, Wina.

Sejumlah kerabat Ott pun terlihat menghadiri acara upacara pernikahan tersebut seperti Burak Kizilirmak dan Betton Karabulut. Sebagai informasi, Kizilirmak merupakan sosok yang membantu proses hijrah Ott dan mengajarinya kewajiban sebagai seorang muslim.

“Hari bahagia datang setelah hari bahagia sebelumnya. Setelah Ramadhan, kami melakukan pernikahan di Federasi Islam Traiskirchen. Kebahagian ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” tulis Ott di akun Instagram pribadinya.

Menariknya, Ott dan Michelle dihadiahi paket umrah oleh Federasi Islam Traiskirchen untuk pernikahan mereka. Bisa dibilang juga hadiah tersebut diberikan untuk merayakan Ott dan Michelle ke dalam keluarga besar Muslim.

“Terima kasih semuanya. Sebagai hadiah pernikahan, kami menerima paket umrah dari Federasi Islam Traiskirchen. Allahu Akbar,” jelas Ott.

Sebelum memutuskan menjadi mualaf, Michelle bekerja sebagai manajer bar. Akan tetapi, setelah memeluk Islam, Michelle pun mengenakan kerudung. Hal tersebut membuatnya dipecat dari pekerjaannya.

Kendati demikian, Michelle sudah membulatkan hatinya untuk tetap menutup auratnya setelah menjadi Muslim. Maka dari itu ia lebih memilih dipecat ketimbang harus melepas hijab yang ada di kepalanya.

Ott sendiri menerima semua hal itu dengan ikhlas. Ott sudah sadar sebelumnya bahwa Austria bukanlah negara yang cukup ramah bagi pemeluk agama Islam. Namun, meski sudah tahu konsekuensi tersebut, ia tetap memantapkan hatinya menjadi seorang mualaf.(Okezone)

Related Posts

Gencatan senjata AS-Iran rapuh, tapi perlu untuk ruang de-eskalasi kekerasan.

KN-TEHERAN, “Meski disambut banyak pihak, gencatan senjata antara AS dan Iran belum bisa diharapkan untuk menciptakan perdamaian permanen antara AS-Israel dan Iran. Gencatan senjata itu baik secara subtantif maupun perkembangan…

Fog of Information: Kesulitan Analisis Intelijen dalam Mengurai Perang Propaganda Iran vs Amerika Serikat-Israel di Era AI

KN-TEHRAN, Perang propaganda antara Iran versus Amerika Serikat-Israel telah menjadi salah satu dimensi paling rumit dan canggih dalam konflik Timur Tengah tahun 2025-2026. Eskalasi militer langsung yang dimulai sejak Operasi…