WIJAYANTO, PHD: ADA 5 CARA MEMBERANGUS KELOMPOK ANTI OMNIBUS LAW

Stramed-Jakarta. Ada 5 cara memberangus kelompok anti Omnibus Law yaitu Cyber troops atau maraknya buzzer; Teror siber; Kekerasan dan penangkapan aktifis; Kooptasi kampus dan sekolah; Kekerasan terhadap jurnalis.

Demikian dikemukakan Wijayanto, PhD dalam kajian online LP3ES Jakarta bertema “Pasukan Siber, Omnibus Law dan Kemunduran Demokrasi” di Jakarta belum lama ini seraya menambahkan, pola ini sudah diketahui masyarakat sipil, sehingga dalam advokasi kebijakan ke depan lebih bisa mengimbanginya.

Menurut Direktur Center for Media and Democracy LP3ES ini, gerakan penolakan Omnibus Law di Medsos pelan-pelan mulai kalah hal ini disebabkan karena masifnya buzzer yang palsu melakukan tsunami tweet mendukung Omnibus Law. Selain tsunami tweet, juga kelompok anti Omnibus Law mendapatkan banyak teror, persis sama dengan ketika maraknya revisi UU KPK.

“Situasi demokrasi Indonesia tengah mengalami kemunduran sesuai temuan studi dalam 5 tahun terakhir dari ilmuwan dalam dan luar negeri antara lain oleh Larry Diamond (2020) dalam “Global Democracy Recession”, dimana demokrasi mengalami kemunduran disebabkan oleh pemimpin yang sebenarnya populis memberangus oposisi politik, media yang independen dan kekuatan lain yang anti penguasa,” ujarnya (Red).

Related Posts

Kabut Asap di Riau: Negara Harus Hadir Sebelum Api Menyala

Oleh: Amril Jambak KN-Pekanbaru, Kabut asap kembali datang. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat kembali disuguhi pemandangan yang sama: udara berbau asap, langit memutih, masker kembali dipakai, petugas berjibaku memadamkan api,…

Human Trafficking Recruiters Still Operate Widely

KN. Indonesia has tightened border controls to combat human trafficking and illegal labor recruitment. Between January and July 2026, immigration authorities prevented 8,287 Indonesians from departing through unauthorized employment channels…