Bursa Ketum PBNU Mengerucut ke 8 Nama Jelang Muktamar ke-35 NU, Wacana Skema Paket Mengemuka

KN-Jombang, Menjelang pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27–30 Agustus 2026, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 kian memanas. Panitia Pelaksana mengonfirmasi persaingan kini mengerucut pada delapan kandidat utama.

​Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), membenarkan nama-nama tersebut merupakan figur yang paling intensif mengemuka di tingkat wilayah maupun cabang. Kedelapan kandidat tersebut adalah:

  • Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – Ketua Umum PBNU periode 2022–2027 (incumbent)
  • Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) – Ketua PWNU Jawa Timur
  • Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) – Ketua PWNU Jawa Tengah
  • Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) – Pengasuh Ponpes Salaf Tegalrejo, Magelang
  • Abdussalam Shohib (Gus Salam) – Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang
  • Imam Jazuli – Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia, Cirebon
  • Nasaruddin Umar – Menteri Agama RI
  • Zulfa Mustofa – Wakil Ketua Umum PBNU

​Sebagian besar kandidat telah berkeliling daerah untuk menggalang suara dari sekitar 558 pemilik suara sah di PWNU, PCNU, dan PCNU Istimewa. Berdasarkan survei elektabilitas Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) pada 20–28 Juli 2026, nama Imam Jazuli mencatatkan elektabilitas tertinggi, disusul oleh Gus Rozin dan Gus Yusuf.

​Di samping peta elektabilitas, dinamika pergerakan dukungan dalam sepekan terakhir mulai memunculkan wacana skema paket pasangan calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Beberapa rumor paket yang beredar di antaranya pasangan Miftachul Akhyar–Gus Kikin, Ma’ruf Amin–Gus Yahya, Said Aqil Siradj–Gus Yusuf, serta Nurul Huda Jazuli–Imam Jazuli.

​Menanggapi isu polarisasi dan intervensi politik luar, Saifullah Yusuf menegaskan pihak Istana maupun Presiden Prabowo Subianto tidak melakukan cawe-cawe dalam arena pemilihan. Muktamar dipastikan tetap mempedomani aturan AD/ART organisasi, di mana pemilihan Rais Aam dilakukan secara musyawarah oleh sembilan kiai sepuh melalui forum Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sedangkan Ketua Umum PBNU dipilih secara langsung oleh muktamirin.

Foto: Wikipedia

Related Posts

Communications Ministry Presses Meta over Child Safety

KN. The Communications and Digital Affairs Ministry is pushing Meta to fully comply with the country’s Child Protection in Digital Space Regulation, known as PP TUNAS, following a landmark ruling…

Creative Economy Exports to United States Reach $3.31 Billion

KN. Creative Economy Minister and Creative Economy Agency Chief Teuku Riefky Harsya met with Indonesian Ambassador to the United States Dwisuryo Indroyono Soesilo at the Ministry of Creative Economy office…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *