Habib Rizieq Imbau Umat Tak Mudah Terprovokasi Jelang 27 Agustus, Tegaskan Tetap Kritis ke Pemerintah

KN-Jakarta, Habib Rizieq Shihab dalam vdeo ceramahnya yang diunggah oleh akun Youtube @pecinta_habaib_01,  menyampaikan sejumlah nasihat penting kepada masyarakat dan pendukungnya menjelang dinamika politik dan rencana aksi unjuk rasa pada 27 Agustus mendatang. Ia mengingatkan umat agar tidak mudah terprovokasi, menolak ajaran unjuk rasa berbayar, serta aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing dari potensi kerusuhan.

​Dalam ceramahnya, Rizieq mengibaratkan masyarakat yang mudah tersulut isu bagaikan “daun kering”—mudah dikumpulkan namun gampang terpecah, berisik saat tertiup angin, dan mudah terbakar. Ia meminta umat Islam untuk bertransformasi menjadi “daun hijau” yang solid, berpandangan jernih, dan tidak gampang diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.

​Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi spekulasi publik pascamasuknya dua menteri di Kabinet Presiden Prabowo Subianto, yakni Ferry Juliantono dan Fadli Zon, yang menyambangi kediamannya. Rizieq menegaskan bahwa kedatangan kedua figur tersebut adalah bentuk silaturahmi sahabat lama. Komunikasi tersebut justru ia manfaatkan untuk menyampaikan kritik dan masukan rakyat langsung ke lingkar kekuasaan, bukan menandakan dirinya telah dibeli oleh Istana.

​Sikap kritis tersebut ditunjukkannya saat menyoroti kebijakan di sektor pertahanan, salah satunya isu pembatasan penggunaan jilbab bagi mahasiswi kedokteran Universitas Pertahanan (Unhan) saat satuan latihan militer. Rizieq mendesak Kementerian Pertahanan dan pihak kampus untuk memulihkan hak-hak mahasiswi yang sempat mengundurkan diri akibat aturan tersebut.

​Menghadapi potensi eskalasi situasi jelang akhir Agustus, Rizieq mengimbau warga yang hendak berdemo untuk memahami terlebih dahulu dasar dan tujuan aksi secara cerdas. Bagi warga yang tinggal di kawasan strategis sekitar Gedung DPR—seperti Petamburan, Pejompongan, Benhil, hingga Palmerah—ia meminta penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna mengantisipasi penyusup atau oknum perusuh yang berniat melakukan pembakaran dan perusakan fasilitas umum.

​Ia menegaskan bahwa ulama akan tetap siap berada di garis terdepan untuk membela rakyat apabila terjadi ketidakadilan atau ancaman terhadap negara. Namun, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan selalu bergerak di bawah komando para ulama demi menjaga keutuhan NKRI.

Foto: Wikipedia

Related Posts

Doa Keadilan Untuk Negeri

Oleh : Hikmat Subiadinata 260826 Ya Allah, Engkau adalah Yang Mahaadil, pemilik kebenaran yang tak dapat dibeli, pemilik bumi yang tak boleh dirampas, pemilik rakyat yang tak boleh diperas oleh…

Mewaspadai Adu Domba Anak Bangsa di Aksi 27 Agustus

Oleh: Amril Jambak KN-Riau, Rencana aksi massa di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 patut menjadi perhatian seluruh elemen bangsa. Bukan semata karena jumlah massa yang akan datang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *