KN-JAKARTA – Pemerintah Aceh resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk membuka rute penyeberangan baru yang menghubungkan Jakarta langsung dengan Pelabuhan Malahayati, Aceh. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama yang berlangsung di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, pada Sabtu (23/5/2026).
Langkah progresif ini diproyeksikan menjadi solusi konkret dalam memangkas tingginya biaya logistik, mempercepat waktu tempuh, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi di ujung barat Indonesia.
Memutus Rantai Jalur Darat yang Panjang
Selama ini, arus distribusi barang dari Pulau Jawa menuju Serambi Mekkah sangat bergantung pada jalur darat lintas Sumatra. Rute konvensional tersebut kerap dikeluhkan oleh para pelaku usaha karena memakan waktu tempuh yang lama serta memicu pembengkakan biaya operasional akibat kendala infrastruktur dan pungutan di perjalanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi masa depan ekonomi Aceh.
“Selain memperkuat konektivitas transportasi laut, Aceh memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka,” ujar Nasir usai prosesi penandatanganan.
Nasir menambahkan, pengoperasian lintasan kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) Jakarta–Malahayati ini menjadi angin segar yang dinantikan oleh masyarakat sekaligus dunia usaha di Aceh.
“Kehadiran rute ini diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik, mempersingkat waktu tempuh, memperpendek rantai pasok, serta membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Aceh ke pasar nasional,” tuturnya optimis.
Penguatan Layanan Long Distance Ferry (LDF)
Bak gayung bersambut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapan penuhnya untuk mengawal keberlanjutan program ini. Rute baru ini juga sejalan dengan peta jalan transformasi bisnis ASDP dalam memperluas jaringan kapal feri jarak jauh.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mandek pada pengoperasian awal, melainkan pada pengembangan jangka panjang.
“Fokus utama kerja sama tersebut adalah pengoperasian dan pengembangan lintasan penyeberangan strategis Jakarta–Pelabuhan Malahayati Aceh sebagai bagian dari transformasi layanan ASDP menuju penguatan layanan Long Distance Ferry (LDF),” ungkap Yossianis.
Kolaborasi Lintas Sektor
Penandatanganan kesepakatan penting ini turut dikawal oleh jajaran pejabat tinggi dari Tanah Rencong. Sekda Nasir didampingi oleh:
T. Robby Irza (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh)
T. Faisal (Kepala Dinas Perhubungan Aceh)
Serta para Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh.
Dengan segera beroperasinya lintasan Jakarta-Malahayati, interkoneksi antarpulau di Indonesia dipastikan semakin kuat. Efisiensi logistik ini diharapkan mampu menurunkan harga barang pokok di Aceh sekaligus mendongkrak daya saing komoditas lokal di kancah nasional maupun internasional.







