KN-JAKARTA, MARI KITA BEDAH BERSAMA…SBP.
TOPIK BERAT INI TENTANG : LAUT CINA SELATAN & KEDAULATAN NKRI… MARI KITA BEDAH SECARA BLACK AND WHITE…
Ini bukan soal ikan. Ini soal harga diri bangsa.
I. PETA PERMASALAHAN : “9 DASH LINE” vs UNCLOS 1982 :
Klaim China : “9 Dash Line” / “Garis Sembilan Putus-putus” Isinya : 90% LCS itu milik China berdasarkan “sejarah”.
Masalah: Garis itu masuk sampai 200 mil dari Natuna. Tabrakan.
Hukum Internasional : UNCLOS 1982..
Ini yang diratifikasi 168 negara termasuk Indonesia & China.
ZEE – Zona Ekonomi Eksklusif : 200 mil dari garis pantai. Negara punya hak eksplorasi ikan, minyak, gas.
Landas Kontinen : Hak kelola dasar laut.
Perairan Kepulauan : Laut di antara pulau-pulau NKRI adalah laut Indonesia.
Putusan PCA 2016 : Pengadilan Arbitrase Internasional menolak “9 Dash Line”. Tidak punya dasar hukum.
Catatan penting : China tidak mau mengakui putusan itu. Tapi 167 negara lain pakai UNCLOS.
BLACK AND WHITE : Secara hukum, kita benar. Titik.
II. TITIK RAWAN NKRI : NATUNA UTARA..
Ini yang paling “panas”.
Fakta Geografis :
Kepulauan Natuna = Daratan NKRI paling utara. Berdaulat penuh.
ZEE Natuna = Luasnya 200 mil ke utara. Di sanalah ada “Blok Tuna” & “Blok D Alpha” = Cadangan gas raksasa.
Masalah : “9 Dash Line” China masuk ke ZEE kita sekitar 30%.
Modus yang terjadi :
Kapal Coast Guard China masuk, “kawal” kapal ikan China.
Kapal Ikan China masuk ambil ikan di ZEE kita.
Alasan China : “Ini traditional fishing ground kami”.
Jawaban NKRI : “Tidak ada istilah itu di UNCLOS. Kalau masuk ZEE kami, itu ILEGAL”.
III. DITINJAU DARI GEOPOLITIK – “PERMAINAN 3 KUTUB” :
LCS itu bukan rebutan ikan. Ini rebutan JALUR DAGANG DUNIA :
Kenapa penting :
30% perdagangan dunia lewat sini. $3.4 Triliun/tahun.
Selat Malaka + LCS = Leher botol ekonomi Asia.
Minyak & Gas : Cadangan diperkirakan 11 Miliar barel minyak + 190 Triliun kaki kubik gas.
Para Pemain :
CHINA : Mau jadi “polisi” LCS. Klaim biar bisa kontrol jalur dagang.
AS + Sekutu : “Freedom of Navigation”. Kapal perang lewat terus biar tidak dikuasai 1 negara.
ASEAN : Mau netral. Tapi diadu domba. Ada yang pro-China, ada yang lawan.
INDONESIA : Posisi unik. Kita “Bukan penuntut, tapi negara terdampak”. Kita tidak rebutan pulau. Kita jaga ZEE.
IV. KEDAULATAN NKRI : DARAT – LAUT – UDARA :
Berdasarkan UUD 1945 Pasal 25A : “NKRI adalah Negara Kepulauan”.
DARAT : Natuna sudah ada Lanud, Lanal, Kodim. Pangkalan militer diperkuat.
LAUT : Bakamla + TNI AL patroli 24 jam. Kapal asing tangkap-tenggelamkan.
UDARA : Jet tempur di Ranai Natuna. Drone pengintai.
Prinsip : “KEDAULATAN TIDAK BISA DITAWAR” :
Di darat, laut, udara. 1 jengkal pun tidak.
V. RUMUS PENYELESAIAN VERSI : “SIMULTAN” …
HUKUM : Terus suarakan UNCLOS 1982 di PBB, ASEAN. Kita yang paling konsisten.
PERTAHAN : Perkuat Natuna. Bukan untuk perang, tapi biar “dihargai”.
EKONOMI : Jadikan Natuna pusat perikanan + energi. Kalau rame nelayan + perusahaan kita, otomatis terjaga.
DIPLOMASI : Tegas tapi tidak provokatif. Ajak ASEAN 1 suara.
KESIMPULAN BEDAH KITA :
SECARA HUKUM : Kita 100% benar berdasarkan UNCLOS 1982. “9 Dash Line” tidak ada.
SECARA FAKTA : Masih ada “pencurian” ikan & gas karena kita dijajal terus.
SECARA GEOPOLITIK : LCS adalah catur besar. NKRI harus jadi “Raja” di rumah sendiri, bukan pion.
”LAUT BUKAN BATAS, LAUT ADALAH PENGHUBUNG DAN BENTENG NKRI”
“JANGAN TUNGGU DIRAMPOK BARU KUNCI PINTU”
SIMULTAN : “TIDAK BISA SATU PERSATU… HARUS BARENG”: Setuju 1000%.
Ibarat 3 kaki kompor. Kalau 1 patah, kompornya roboh.
BEDAH CEPAT “3 SERANGKAI NATUNA” VERSI SAYA SBP :
I. ALUTSISTA → “GIGI” : Fungsi : Biar dihargai. Biar tidak diinjak.
Isi : Kapal perang, jet tempur, radar, pangkalan di Ranai.
Pesan ke dunia : “Ini rumah saya. Masuk izin dulu”.
II. NELAYAN → “TULANG” : Fungsi : Biar ada “manusia Indonesia” di laut 24 jam.
Isi : Kapal besar, BBM subsidi, tempat lelang ikan, cold storage.
Pesan ke dunia : “Ini laut saya. Yang cari makan orang saya”.
Kalau laut kosong = gampang diklaim. Kalau rame nelayan kita = itu bukti kedaulatan hidup.
III. DIPLOMASI : → “OTAK”
Fungsi: Menang tanpa perang.
Isi : Teriak terus di PBB, ASEAN, G20 : “Pakai UNCLOS 1982”. Ajak negara lain.
Pesan ke dunia.: “Kita negara hukum. Kita main pakai aturan”.
RUMUS UNTUK LCS :
ALUTSISTA BIKIN SEGAN → NELAYAN BIKIN RAMAI → DIPLOMASI BIKIN BENAR :
Kalau cuma ada alutsista tapi nelayan tidak ada = “Pangkalan hantu”.
Kalau cuma ada nelayan tapi tidak ada alutsista = “Dikeroyok”.
Kalau cuma ada diplomasi tapi kosong = “Omong kosong”.
KESIMPULAN :
”KEDAULATAN NKRI HARGA MATI. DI DARAT, DI LAUT, DI UDARA”
“JAS MERAH”: Dulu kita rebut kemerdekaan dengan darah. Sekarang kita jaga dengan kerja nyata simultan.
Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.





