Kader PSI Sebut Silaturahmi Kepala Desa ke Rumah Jokowi Bukti Citra Positif dan Relevansi Politik

KN-SOLO — Kunjungan belasan kepala desa dari berbagai wilayah Indonesia ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo, menyita perhatian publik. Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai kedatangan para kepala desa tersebut membuktikan bahwa figur Jokowi masih memiliki citra positif dan rekam jejak kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

“Kalau tokoh politik seperti Jokowi punya banyak masalah saat menjadi presiden, tidak mungkin kepala-kepala desa dari seluruh Indonesia mau datang berkunjung ke rumah beliau,” ujar Dedy melalui akun X miliknya, Jumat (18/09/2026).

Spekulasi Konsolidasi 2029 dan PSI
​Dedy tidak menampik hadirnya berbagai spekulasi politik dari para pengamat terkait pertemuan tersebut.

Menurutnya, wajar jika ada yang mengaitkan silaturahmi tersebut dengan agenda konsolidasi kekuasaan atau upaya mendorong daya tawar politik PSI ke depan.
​Beberapa poin sorotan Dedy meliputi:

Manfaat Program Desa: Kedatangan para kepala desa disinyalir karena dampak positif dari kebijakan dan program pembangunan desa selama masa kepemimpinan Jokowi.

Dinamika Politik 2029: Pertemuan ini terbuka dinilai sebagai langkah konsolidasi politik menuju 2029 mengingat latar belakang Jokowi sebagai figur politik aktif.

Dukungan untuk PSI: Muncul spekulasi bahwa silaturahmi ini turut mempromosikan PSI agar mampu melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang berpotensi dinaikkan menjadi 5%.

Bagian dari Budaya Politik
​Pertemuan yang berlangsung pada Senin (31/08/2026) tersebut dihadiri sedikitnya 16 kepala desa beserta perangkat desa dari berbagai daerah untuk menyampaikan pandangan seputar perkembangan pembangunan di wilayah mereka.

Kunjungan tokoh daerah ke kediaman Jokowi pascapurnatugas bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada 21 Agustus 2026, sejumlah anggota DPD RI juga sempat berkunjung untuk membahas aspirasi daerah.

Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, menilai fenomena tokoh daerah atau masyarakat yang bertandang ke rumah mantan presiden merupakan hal yang wajar.

“Siapa pun, termasuk kepala desa, relawan, atau tokoh daerah, boleh datang bersilaturahmi ke rumah mantan Presiden. Itu budaya politik Indonesia, bukan kejahatan,” tegas Dede.

Foto: Joko Widodo, sumber foto: Liputan6.com

Related Posts

Nasib Belasan Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Menggantung: Belum Ada SK dan Payung Hukum

KN-JAKARTA — Kepastian nasib belasan ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) hingga pertengahan September 2026 masih tidak jelas. Meski telah menyelesaikan pelatihan bela negara dan manajerial sejak awal…

Pakar Sebut Jokowi Wajib Hadir di Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

KN-JAKARTA — Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menegaskan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) wajib hadir langsung dalam persidangan kasus dugaan tudingan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *