Paradoks Komunikasi Politik Presiden

Andi Fakhrullah (Dosen)
Pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

KN-Jakarta, Presiden Prabowo Subianto dalam acara HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) pada 18 September 2026, memunculkan perdebatan mengenai cara pemimpin merespons kritik. Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung para pakar yang mengkritik pemerintah. Ia mengatakan, “Saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok.”

Pernyataan itu disampaikan ketika Prabowo berbicara mengenai cita-cita Indonesia menjadi negara maju, persoalan gizi anak, stunting, pendidikan, dan kemampuan generasi Indonesia bersaing dengan bangsa lain. Namun, potongan kalimat tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena dianggap merendahkan pihak yang menyampaikan kritik.

Di sinilah persoalan komunikasi kepemimpinan perlu dibaca secara lebih serius. Dalam demokrasi, kritik bukan ancaman. Kritik merupakan mekanisme koreksi. Pemerintah tentu tidak wajib menerima semua pendapat pakar, akademisi, media, maupun masyarakat

Tidak semua kritik juga otomatis benar. Namun, ketidaksetujuan semestinya dijawab dengan data dan argumen, bukan dengan serangan terhadap pribadi. Gagasan ini sejalan dengan pemikiran John Stuart Mill (1859). Mill berpendapat bahwa pendapat yang keliru sekalipun tetap memiliki nilai karena dapat membantu menguji dan memperjelas kebenaran.

Dengan demikian, kritik tidak semata-mata harus dilihat sebagai gangguan, melainkan sebagai kesempatan untuk menguji kualitas kebijakan. Pakar tidak selalu benar. Pemerintah juga tidak selalu benar. Karena itu, yang seharusnya diuji adalah isi argumennya.

Sumber: Kompas.com

Foto:

Related Posts

UU SUDAH DISAHKAN, MANA NASKAH RESMINYA? ASPIRASI DESAK PEMERINTAH BUKA UU PELINDUNGAN KETENAGAKERJAAN KE PUBLIK!

Jakarta, 5 November 2026, Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) mendesak Pemerintah untuk segera membuka dan mempublikasikan salinan resmi Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI…

EKS KAPOLRI LSP NYADAP PEMBICARAAN PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO ADALAH TINDAKAN MAKAR OLEH YUSRIL IHZA MAHENDRA

Dilaporkan info terbarunya, karena pernyataannya Pak Yusril itu berkembang dalam 2 hari. Jadi benar, Pak. Pak Yusril Ihza Mahendra sebagai Menko Kumham Imipas memang sudah bicara soal makar ini. Kronologinya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *