KN-DEPOK, Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi pembacaan pernyataan sikap di Tugu Makara UI, Pondok Cina, Depok, pada Minggu (15/3/2026) siang. Aksi ini merupakan respon tegas mahasiswa terhadap insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua BEM UI 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan, ini menyatukan suara dari seluruh BEM Fakultas di lingkungan Universitas Indonesia. Mereka menilai serangan terhadap Andrie Yunus adalah bentuk pembungkaman suara kritis yang terstruktur dan sistematis.
Kecam Teror terhadap Pembela HAM
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi BEM se-UI menyoroti kronologi penyerangan yang dialami Andrie Yunus pasca melakukan perekaman siniar (podcast) di kantor YLBHI. Korban dihampiri orang tidak dikenal dan disiram air keras hingga menderita luka serius. Sebelum insiden ini, korban dilaporkan sering menerima intimidasi dan teror.
”Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kebebasan ruang sipil di Indonesia sedang terancam. Hari ini mungkin Andrie, besok watak otoritarianisme negara ini dapat memakan nyawa siapapun yang lantang bersuara,” tegas aliansi dalam pernyataan tertulisnya.
Empat Tuntutan Utama Aliansi BEM se-UI
Melalui aksi ini, mahasiswa UI menyampaikan empat poin tuntutan kepada negara:
- Keprihatinan Mendalam: Atas ironi yang dialami pembela HAM sebagai target intimidasi.
- Usut Tuntas: Menuntut negara menangkap aktor intelektual di balik penyerangan dan menjamin proses hukum yang transparan.
- Perlindungan Korban: Mendesak negara memberikan perlindungan penuh kepada korban dan saksi.
- Jaminan Kebebasan: Mengecam segala bentuk pembungkaman berekspresi dan menuntut jaminan keselamatan bagi masyarakat di ruang sipil.
Aksi yang berlangsung pukul 13.00 WIB tersebut berjalan kondusif. Mahasiswa menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi tidak akan menyurutkan semangat mereka dalam melawan kezaliman dan merongrong kekuasaan yang anti-kritik.







