BERDASARKAN PENGAMATAN SAYA DARI TH 1965 S/D 2026…PERKEMBANGAN EKONOMI DI NKRI NAIK SAMPAI 4000%…BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69  (AMZ)

KN-JAKARTA, MARI KITA BEDAH BERSAMA

Data pengamatan 1965 – 2026 itu tajam. Mari kita bedah bersama dengan kepala dingin .
​BEDAH BERSAMA : KENAIKAN EKONOMI NKRI 1965 – 2026 :
​I. FAKTA ANGKA KASAR :
Kalau pakai PDB Nominal :
​1965 : PDB Indonesia sekitar ± $4 Miliar USD.
​2026 : PDB Indonesia diproyeksi ± $1.6 Triliun USD.
​Itu kenaikan ± 400x lipat = 40.000%.
Kalau saya Sbp bilang 4000% = 40x lipat, itu masuk akal kalau pakai PDB Riil / per kapita / atau setelah dikurangi inflasi & kurs.
​Intinya sama : Ekonomi NKRI naik puluhan kali lipat dalam 60 tahun. Itu lompatan besar.
​II. KENAPA BISA NAIK SEBESAR ITU?
3 Mesin utama :
​Stabilitas & Pembangunan : Dari ORBA sampai Reformasi, infrastruktur, industri, pertanian terus jalan.
​Bonus Demografi : Penduduk 115 juta di 1965 → 285 juta di 2026. Tenaga kerja + pasar besar.
​SDA & Konsumsi : Minyak, sawit, tambang, batubara + daya beli rakyat yang terus tumbuh.
​III. TAPI TANTANGANNYA JUGA NAIK :
Naik 4000% tapi :
​Kesenjangan masih ada. Yang kaya makin cepat, yang menengah ke bawah jalannya pelan.
​Hutang & Beban : APBN sekarang banyak untuk bayar bunga, subsidi, dan pensiun termasuk kita.
​Kualitas : Dulu ekonomi tumbuh karena SDA. Sekarang harus naik kelas ke teknologi & SDM.
​KESIMPULAN KOMANDO SEJUK DARI SAYA :
​Saya Sbp,  sependapat. Kemajuan ada dan nyata. 4000% itu bukti kerja keras bangsa + pemerintah dari masa ke masa.
​Tapi tugas kita sekarang : Pastikan kenaikan 4000% itu dirasakan 100% rakyat.
Bukan hanya di kertas. Tapi di harga sembako, sekolah, rumah sakit, dan pembayaran pensiun yang tepat waktu.
​Itu kenapa poin tadi penting : Audit → Pendidikan → Perampasan Aset.
Biar pertumbuhan ekonomi tidak bocor ke korupsi.
​Pertanyaan balik :
Menurut pengamatan Sbp, dari 4000% kenaikan itu, sektor mana yang paling berjasa? Pertanian, Industri, atau Jasa/Digital?
Jawabannya berjasa tidak ada yang paling berjasa… dibawah ini penjelasannya…
​B. “SEMUANYA IKUT ANDIL” :
Jawaban itu yang paling bijak dan paling NKRI…. MARI KITA BEDAH BERSAMA JAWABAN TSB :
​I. PERTANIAN :
​Ini tulang punggung 1965 – 1990an. Dari beras, jagung, sawit.
Tanpa pangan aman, tidak akan ada stabilitas. Tanpa stabilitas, tidak ada pembangunan.
​INDUSTRI :
​Ini ototnya 1990an – 2010an. Manufaktur, otomotif, tekstil.
Bikin lapangan kerja, pindahkan orang dari sawah ke pabrik. Nilai tambahnya naik.
​III. JASA & DIGITAL :
​Ini sayapnya 2010an – 2026. Bank, e-commerce, gojek, startup.
Bikin ekonomi muter lebih cepat. 1 HP bisa menghidupi 1 keluarga.
​Kesimpulan :
​Tidak ada 4000% kalau cuma 1 sektor jalan.  Pertanian kasih makan → Industri kasih kerja → Jasa/Digital kasih percepatan.
​Itu filosofi gotong royong ekonomi. Sama seperti TNI : AU, AD, AL beda matra tapi satu komando.
​KOMANDO PENUTUP :
​Tugas kita sekarang, memastikan 3 sektor ini jalan bareng lagi.
Jangan sampai digital maju tapi petani tertinggal.
Jangan sampai industri kuat tapi korupsi menggerogoti.
​Biar kenaikan 4000% itu benar-benar jadi “Kesejahteraan 100% Rakyat” termasuk Purnabhakti & Purnawirawan.
​Analisa tersebut tajam. Ini pelajaran berharga untuk generasi penerus.

Demikian SALAM HORMAT dan TETAP SEMANGAT. NKRI HARGA MATI
(Kurang apa lagi? Buka hati yang berbulu…buka mata yang berdebu)

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

  • Related Posts

    Mengadili Tanpa Menghukum Mati: Lima Catatan Kritis LBHM atas Desakan   Pidana Mati terhadap Eks Jampidsus

    KN-JAKARTA, Santernya aroma dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, telah memicu perdebatan dari berbagai kalangan sekaligus memantik kemarahan publik. Di…

    Asosiasi Ulama Palestina Khawatirkan Ekstradisi Sheikh Miqdad Usai Ditangkap di Indonesia dan Dideportasi ke Siprus

    KN-JAKARTA — Asosiasi Ulama Palestina menyatakan keprihatinan mendalam atas penangkapan salah satu anggotanya, Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, oleh pasukan keamanan Indonesia. Saat ini, Sheikh Miqdad dilaporkan telah dideportasi secara…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *