Dewan Pers Soroti Ancaman Perjanjian Dagang RI-AS terhadap Industri Media Nasional

KN-JAKARTA Dewan Pers mengeluarkan pernyataan resmi terkait Perjanjian Perdagangan Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 19 Februari 2026. Dewan Pers menilai ada dua poin utama dalam perjanjian tersebut yang berpotensi melemahkan kehidupan pers di Indonesia.

Dua Poin yang Menjadi Sorotan:

  • Kepemilikan Asing 100%: Pasal 2.28 dalam perjanjian tersebut mengizinkan investor AS menguasai 100% saham di sektor penerbitan/media. Dewan Pers menilai hal ini melanggar UU Penyiaran (maksimal modal asing 20%) dan UU Pers yang melarang kepemilikan mayoritas oleh pihak asing.
  • Melemahkan “Publisher Rights”: Pasal 3.3 meminta pemerintah Indonesia tidak mewajibkan platform digital AS (seperti Google atau Meta) untuk membayar lisensi atau berbagi keuntungan dengan media lokal. Hal ini dinilai membuat Perpres Nomor 32 Tahun 2024 tentang jurnalisme berkualitas menjadi tidak berfungsi atau “tidak bergigi”.

Rekomendasi Dewan Pers:

  1. Cabut Klausul Investasi: Pemerintah diminta membatalkan aturan kepemilikan asing 100% di sektor media demi menjaga kedaulatan informasi nasional.
  2. Hapus Pasal Relasi Platform: Pemerintah diminta mencabut Pasal 3.3 agar platform digital global tetap memiliki kewajiban mendukung ekosistem jurnalisme lokal.

​Dewan Pers menegaskan bahwa negara wajib melindungi pers sebagai pilar keempat demokrasi agar tetap sehat secara bisnis dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Related Posts

OTT di Kementerian ATR/BPN Harus Jadi Momentum Membongkar Praktik Mafia Tanah dan Korupsi Agraria

KN. Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) harus menjadi…

BERDASARKAN DATA DAN FAKTA DARI KNKT… DALAM TAHUN 2026 SAMPAI DENGAN SEPTEMBER TELAH TERJADI ACCIDENT KAPAL TENGGELAM SEBANYAK 601 UNIT

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… 601 kali Kapal tenggelam Data itu benar. Berdasarkan data Basarnas + sorotan Komisi V DPR : Sepanjang Januari – 15 Agustus 2026 ada 601 operasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *