Exponen 08 Desak Dewas Periksa Pejabat KPK Terkait Status Tahanan Rumah Gus Yaqut

KN-JAKARTA – Ketua Exponen 08, M. Damar, melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemberian status tahanan rumah kepada Gus Yaqut. Ia mendesak Dewan Pengawas (Dewas) KPK dan lembaga berwenang lainnya untuk segera memeriksa para penyidik serta pejabat yang memberikan izin tersebut.

​Menurut Damar, keputusan ini mencederai komitmen Presiden dalam pemberantasan korupsi dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

​Poin-Poin Keberatan Exponen 08:

  • ​Integritas Terancam: Keputusan tersebut dinilai merusak integritas KPK dan terkesan janggal karena sempat tidak diketahui oleh publik.
  • ​Risiko Hukum: Status tahanan rumah dianggap berisiko karena tersangka berpotensi menghilangkan barang bukti atau memengaruhi keterangan saksi.
  • ​Efek Domino: Damar khawatir hal ini memicu kecemburuan hukum, di mana tahanan korupsi lain akan menuntut perlakuan serupa.

​”KPK seharusnya menjelaskan kepada publik mengenai status dan alasan Gus Yaqut menjadi tahanan rumah,” ujar Damar. Ia menegaskan bahwa transparansi sangat diperlukan agar tidak muncul persepsi adanya keistimewaan dalam proses hukum.

​Foto: Ketua Exponen 08 M Damar, sumber: Sindo News

Related Posts

Kritikan Pedas Gerindra untuk Kabinet Prabowo: Sejumlah Menteri Dinilai Tak Kapabel Lengkap dengan Catatan Evaluasinya

KN-JAKARTA — Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus anggota DPR RI, Kamrussamad, menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja sejumlah menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai beberapa pejabat…

Wacanakan Evaluasi Posisi Wapres Gibran di DPR, PDIP Siap Buka Komunikasi dan Lobi Politik Antarfraksi

KN-JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan kesiapan partainya untuk membangun komunikasi politik serta berdialog dengan fraksi-fraksi lain di DPR RI. Langkah ini ditujukan untuk membahas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *