Hamas ejek pertahanan udara Israel

KN. Pemimpin senior Hamas Izzat al-Risheq memuji keberhasilan Iran dalam menargetkan lokasi-lokasi di Israel “terlepas dari semua kehebohan tentang Iron Dome, dan sistem pertahanan rudal David’s Sling”.

Dalam pernyataan tersebut, yang dibagikan oleh situs-situs berita Palestina setempat, al-Risheq mengatakan pertahanan canggih Israel telah gagal dan negara itu akan “menderita api yang telah lama dinyalakannya di antara orang-orang di wilayah tersebut”. “Respons kuat Iran membuktikan bahwa: tidak ada kesombongan tanpa respons, dan tidak ada agresi tanpa hukuman,” katanya, dilansir Al Jazeera. Kemudian, al-Risheq, anggota biro politik Hamas, mengatakan “respons kuat Iran [terhadap Israel] membuktikan bahwa tidak ada kesombongan yang tidak dibalas, tidak ada agresi yang tidak dihukum” setelah Teheran melakukan serangan balasan terhadap Israel.

“Puluhan rudal presisi dan pesawat nirawak berhasil mengenai sasaran mereka jauh di dalam entitas tersebut, terlepas dari semua kehebohan tentang” sistem pertahanan Israel, katanya dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di akun Telegram resmi Hamas. “Pesan tanggapannya jelas: siapa pun yang menyerang akan membayar harganya.” Sebelumnya, Kantor Berita Nasional (NNA) resmi mengatakan Yordania dijadwalkan untuk membuka wilayah udaranya pada pukul 10 pagi waktu setempat (07:00 GMT). Kantor berita itu mengutip Fayez Rasamny, menteri pekerjaan umum dan transportasi, yang menyatakan “permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para penumpang yang datang dan berangkat”. “Keputusan dan tindakan luar biasa yang menyertainya diberlakukan karena alasan keamanan semata,” kata Rasamny.

  • Related Posts

    Hari Ini FSPMI KSPI Turun ke Jalan, Ribuan Buruh Kepung DPR RI

    KN-JAKARTA, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hari ini menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan DPR RI. Aksi ini diikuti oleh ribuan buruh dari berbagai daerah sebagai bentuk perlawanan…

    Memanasnya hubungan Vatikan dengan AS

    KN-Newyork, Hubungan antara Amerika Serikat dan Vatikan memanas sejak awal 2026 di tengah konflik di Timur Tengah. Ketegangan ini dipicu oleh kritik Paus Leo XIV, paus pertama kelahiran Amerika Serikat,…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *