IBARAT MEMELIHARA ANAK MACAN, JADI ALASAN JOKOWI DAN PDIP TOLAK DEMOKRAT

Foto: Lambang Partai Demokrat, sumber foto: Id.wikipedia.org

Stramed, Ada tiga alasan kenapa Presiden terpilih Joko Widodo dan PDIP terkesan semakin menutup pintu kabinet untuk Partai Demokrat.

Informasi yang beredar di sebagian kalangan, selain Partai Gerindra sudah merapat ke pemerintah, keberadaan Demokrat di kabinet dinilai akan membuat suasana tidak nyaman.

Alasan pertama Jokowi dan PDIP tolak Demokrat, Demokrat masuk pemerintahan Jokowi-Maruf hanya bekerja untuk partai pimpinan SBY itu.

Kedua, sikap politik Demokrat yang dinilai abu-abu. Dikhawatirkan, masuknya Demokrat menjadi duri dalam daging bagi koalisi pemerintah.

Alasan ketiga, bergabungnya Demokrat ke dalam kabinet baru Jokowi hanya membesarkan politisi muda Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang maju di Pilpres 2024.

Peribahasa menggambarkan, masuknya Demokrat khususnya AHY di kabinet Jokowi-Maruf, ibarat memelihara anak macan.

Pasca pertemuan dua sahabat lama Prabowo Subianto dan Joko Widodo, peluang Partai Gerindra masuk gerbong pemerintahan Jokowi jilid II semakin besar.

Sementara, Partai Demokrat yang sudah menyatakan siap membantu pemerintahan Jokowi-Maruf, saat ini dikabarkan tidak dilirik lagi oleh Jokowi.

Sumber: Rmol.id

Related Posts

Survei Celios dan Kabinet Bayangan: 75 Persen Masyarakat Stres Hadapi Kebijakan Prabowo

KN. Mayoritas masyarakat Indonesia merasakan tekanan mental akibat arah kebijakan dan tata kelola di bawah pemerintahan Presiden PrabowoSubianto selama dua tahun terakhir. Temuan survei Center of Economic and Law Studies…

MERAWAT KEBERAGAMAN DAN MEMPERKUAT PERSATUAN : REFLEKSI DARI DOKTRIN PERJUANGAN PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA DALAM MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN NKRI

1. Pembukaan : Keberagaman Itu Bukan Beban, Itu Amunisi. Banyak negara, keberagaman itu dianggap masalah. Harus diseragamkan. Indonesia, terbalik. Sejak 1945, founding fathers kita sudah sadar : kita tidak bisa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *