KEBERSIHAN BUKAN HANYA SEBAGIAN DARI IMAN, NAMUN JUGA KEINDAHAN DAN KENYAMANAN KEHIDUPAN

Sbp
​KHUTBAH PERTAMA :
​Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
​Innal hamda lillah, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh…
​Jamaah Jum’at Rahimakumullah,
​Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa. Taqwa yang tidak hanya di lisan, tapi diwujudkan dalam perbuatan.
​Hari ini saya Sbp akan menyampaikan tema yang sering kita dengar, tapi sering kita lalaikan : tentang Kebersihan.
​Rasulullah SAW bersabda :
​”Ath-thuhuuru syathrul iimaan”..
“Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)
​Seringkali kita hanya hafal haditsnya. Tapi kita lupa makna luasnya.
​Kebersihan yang dimaksud Islam bukan hanya wudhu sebelum shalat. Bukan hanya itu.
​Kebersihan dalam Islam ada 4 tingkatan :
​Kebersihan Hati (Qolbu) :  Bersih dari syirik, dari dengki, dari hasad, dari fitnah. Hati yang bersih tidak akan suka memfitnah orang lain, tidak suka menyebar kebencian.
​Kebersihan Lisan dan Perbuatan :  Lisan yang bersih tidak berkata kotor, tidak menuduh tanpa bukti. Inilah yang sedang hilang di zaman medsos ini.
​Kebersihan Badan dan Pakaian :  Inilah syarat sah shalat kita.
​Kebersihan Lingkungan : Inilah yang menjadi tema kita hari ini : KEINDAHAN DAN KENYAMANAN.
​Jamaah sekalian,
​Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. “Innallaha jamiilun yuhibbul jamaal”.
​Coba kita lihat, sekitar kita, kampung kita… ketika got mampet karena sampah, siapa yang susah? Kita sendiri. Banjir masuk rumah.
Ketika masjid kita kotor, bau, apakah betah kita berlama-lama berdzikir?Tidak.
Ketika hati kita kotor penuh sampah kebencian, apakah hidup kita nyaman? Tidak, hidup jadi gelisah.
​Jadi kebersihan itu bukan hanya urusan pahala, tapi urusan kenyamanan hidup.
​Rumah yang bersih, istri senang, anak sehat.
Lingkungan yang bersih, tetangga rukun, tidak ada penyakit.
Masjid yang bersih, jamaah betah, ibadah khusyuk.
Hati yang bersih, hidup tenang, jauh dari kasus hukum pencemaran nama baik dan fitnah.
​Kebersihan adalah cerminan iman kita yang paling jujur.
​KHUTBAH KEDUA :
​Alhamdulillah…
​Jamaah yang berbahagia,
​Mari kita tutup khutbah ini dengan 3 aksi nyata yaitu :
​Pertama : Bersihkan hati kita setiap hari dengan istighfar. Jangan biarkan sampah dendam mengendap.
​Kedua : Bersihkan lisan kita. Saring sebelum sharing. Kalau tidak tahu kebenarannya, diam itu lebih bersih.
​Ketiga :  Mulai dari rumah kita. Ajari anak kita buang sampah pada tempatnya. Gotong royong bersihkan selokan di lingkungan kita di kampung ini. Itu bukan hanya kerja bakti, itu adalah ibadah.
​Dengan doa Allah jadikan kita hamba yang bersih luar dan dalam, sehingga Allah berikan kehidupan yang indah dan nyaman, di dunia dan di akhirat.
​Allahumma…
​Marilah kita berdoa…masing masing..
​Sekian matur suwun dan Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…Salam hormat dan tetap semangat… Sbp.

 

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis artijel dan redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

  • Related Posts

    Kisah Ummu Haram binti Milham: Pejuang Laut Pertama Umat Islam

    (9278) Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW. menemui Ummu Haram binti Milham, ia adalah istri Ubadah bin Shamit. Ia menyiapkan makanan untuk beliau. Sedangkan beliau mulai tertidur. Kemudian…

    Zina

    KN. Diriwayatkan dari Abu Burdah al-Anshari, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW. berkata, ‘Tidak boleh mencambuk lebih dari sepuluh kali kecuali untuk dosa yang harus dihukum oleh hudud yang ditentukan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *