ORANG-ORANG YANG BISA MEMBACA AL QUR’AN DENGAN BENAR DAN MENGAMALKAN DENGAN BAIK ADALAH ORANG YANG BERILMU DAN BERPIKIR

Kalimat itu kuncinya ada di 2 kata : “BENAR” dan “DIAMALKAN” : MARI KITA JELASKAN BERSAMA.

​Mari kita BEDAH dengan JU A RA (JUJURADILBERANI) bersama :

​APA YANG DIMAKSUD “ORANG BERILMU DAN BERPIKIR”?

  1. ​”BISA MEMBACA AL QUR’AN DENGAN BENAR” = ILMU : Ini bukan cuma bisa “ngaji” asal lancar. Tapi BERILMU : tentang cara bacanya.
  • ​ILMU TAJWID : Makhroj hurufnya pas, panjang pendeknya benar, ghunnah, idghom, dll. Karena 1 harokat salah, bisa beda arti. Contoh : QUL ≠ QOL.
  • ​ILMU TARTIL : Baca pelan, paham waqof, ibtida. Tidak ngebut.
  • ​ILMU BAHASA : : Tahu artinya. Minimal tahu terjemah per ayat.

​Jadi orang ini BELAJAR… Dia tidak malas. Dia duduk sama guru, buka buku, ngulang2. Itulah ORANG BERILMU.

​Allah sendiri bilang : …Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat… QS. Al-Mujadilah: 11

  1. ​”DIAMALKAN DENGAN BAIK” = BERPIKIR : Ini level yang lebih tinggi. BERPIKIR = TADABBUR..

​Banyak orang bisa baca. Tapi sedikit yang mikir: “Ini perintah buat saya apa? Larangan apa? Hikmahnya apa?”

​CIRI ORANG BERPIKIR DENGAN AL-QUR’AN :

  1. ​Dibaca : → Ayat tentang jujur → Dia cek diri: “Saya sudah jujur belum?”
  2. ​Dipahami : → Ayat tentang korupsi → Dia mikir: “Ini haram. Berarti saya harus TUMPAS KORUPTOR”
  3. ​Diamalkan : → Ayat tentang sedekah → Dia langsung sedekah. Ayat tentang sabar → Dia sabar saat diuji.

​Jadi Al-Qur’an tidak berhenti di lisan. Tapi turun ke HATI, PIKIRAN, dan TINDAKAN..

​Nabi SAW bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” HR. Bukhari.

​RUMUS :

BACA BENAR = ILMU

AMALKAN BAIK = BERPIKIR + JU A RA

​Kalau cuma baca benar tapi tidak diamalkan = Hafalan doang…

Kalau mau ngamalkan tapi bacanya salah = Niat baik tapi keliru jalan..

​Yang sempurna : BACA BENAR + AMALKAN BAIK = BERILMU DAN BERPIKIR..

​KESIMPULAN :

​Makanya, orang yang kayak gini itu langka dan mulia.

Karena dia pakai AKAL.. untuk memahami, pakai HATI.. untuk menghayati, pakai TANGAN & KAKI.. untuk mengamalkan..

​Dia tidak cuma jadi “penghafal”. Tapi jadi “Al-Qur’an berjalan”..

​PENUTUP :

​DEMIKIAN… DENGAN DOA BERMANFAAT…SUWUN…SALAM HORMAT SAYA SBP…INGAT BERILMU DAN BERPIKIR…TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS = HARGA MATI…

Disclaimer : Setiap artikel di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis artikel dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

  • Related Posts

    Tafsir Al Qur’an

    KN. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba bisa saja mengatakan sesuatu yang melahirkan keridhaan Allah sehingga dengan itu Allah mengangkatnya dan memberikan kemuliaan. Sesungguhnya seorang…

    Menjaga Lisan dan Kehormatan di Tengah Keagungan Rahmat Allah

    (9228) Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, _’Seandainya saja orang-orang kafir itu mengetahui hamparan rahmat yang ada di sisi Allah niscaya mereka tidak akan putus…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *