KN-MEUREUDU, Aksi penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus, yang terjadi pada Kamis malam (12/3/2026), memicu kecaman keras dari berbagai pihak. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pidie – Pidie Jaya menilai peristiwa ini sebagai ancaman nyata bagi demokrasi di Indonesia.
Ketua PC PMII Pidie – Pidie Jaya, M. Rizqi Rahmadhani, menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan bentuk pembungkaman terhadap suara kritis dan perjuangan kemanusiaan.
Pernyataan Sikap PC PMII:
Meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik serangan brutal tersebut.
Kejadian ini membuktikan lemahnya jaminan keamanan bagi warga negara yang memperjuangkan keadilan.
Jika kasus ini tidak ditangani secara cepat dan transparan, kepercayaan publik terhadap hukum akan merosot dan menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat.
“Negara tidak boleh kalah oleh teror. Aparat harus bertindak tegas agar demokrasi kita tidak dibungkam dengan kekerasan,” ujar Rizqi.
PC PMII berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan dan pelaku diproses secara hukum.







