Refleksi KSBSI Diujung Tahun 2024

KN. Rasanya banyak hal dari Januari 2024 hingga Desember 2024 yang mengundang keinginan berefleksi karena dinamika Ekonomi,Sosial, Politik, Budaya hingga Hankam di Tahun 2024 di Republik Indonesia yang kita cintai ini cukup tinggi kalau tidak kita kategorikan Luar Biasa.

Tahun ini adalah tahun yang menyita fokus kita karena hadirnya Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Pemilu Daerah. Ke -3 Momentum itu diyakini sebagai Pintu Gerbang bagi Indonesia untuk memasuki Era Indonesia Emas. Pemilu ternyata tidak hanya menjadi harapan perubahan bahkan menjadi Solusi dari banyak masalah. Dan karenanya Rakyat Indonesia mesti memilih Fasilitator Perubahan yang bisa berada di Gedung DPR dan DPRD. Karenanya pula kita harus memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden yang bisa menakhodai Bahtera Besar Indonesia. Karenanya pula kita memilih Kepala Daerah yang mampu mewujudkan kepentingan Masyarakat didaerah.

Pada Kenyataannya Rakyat memang berbeda pilihan dan inilah yang kita sebut Hak Demokrasi. Ada Penggiringan Pilihan tapi tidak sedikit yg memang sudah punya pilihan, sisanya yg lain memilih berdasarkan pertimbangan tertentu di menit – menit terakhir.

Apapun hasilnya kini Semua yg terpilih dan menjadi pemenang sudah menempati kursinya masing – masing. Harapan Perubahan ada didepan mata. Begitu kata mereka yg optimis. Saya termasuk yg optimis bahwa perubahan akan terjadi tentu dengan Sejumlah Tantangan bahkan mungkin penolakan.

Dunia Ketenagakerjaan tentu yang paling mengalami perubahan besar. Mahkamah Konstitusi akhirnya mengakhiri kekisruhan akibat Omnibus Law Undang – Undang Cipta Kerja. Kita pun bersorak gembira. Eforia belum berakhir ditambah berita baik Kenaikan UMP Tahun 2025 naik Senilai 6,5%. Kita pun menjadi bagian dari proses itu.

Itulah Refleksi kami
Selamat Tahun Baru 2025

Wassalam
~ Andi Naja FP Paraga ~

  • Related Posts

    Revolusi BUMN: Kepala BP BUMN Pangkas 1.000 Perusahaan Menjadi 300, Sinergi Kini Jadi Kewajiban

    KN-JAKARTA – Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan langkah radikal dalam menata ulang ekosistem perusahaan pelat merah. Dalam upaya meningkatkan daya saing global dan efisiensi negara, pemerintah menargetkan…

    BPK Temukan 251 Perusahaan Tambang Beroperasi Tanpa RKAB, Risiko Lingkungan dan Kerugian Negara Menanti

    KN-JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap temuan mengejutkan terkait carut-marut tata kelola pertambangan di Indonesia. Dalam dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025, BPK mencatat sebanyak 251…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *