KN-SURABAYA — Lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil pemetaan terbaru terkait elektabilitas partai politik di Jawa Timur (Jatim). Partai Gerindra tercatat masih mendominasi posisi puncak, sementara Partai Demokrat menunjukkan tren kenaikan elektoral yang signifikan.
Peneliti ARCI, Baihaki Sirajt, mengungkapkan bahwa Gerindra konsisten memimpin lanskap politik di Jatim sejak akhir 2025. Di sisi lain, peta kekuatan mayoritas partai politik papan atas cenderung stagnan.
“Gerindra masih teratas di Jatim sejak akhir 2025. Partai lainnya cenderung stagnan, dan Demokrat terus berprogres,” kata Baihaki saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Jumat (4/9/2026).
Rincian Elektabilitas Parpol di Jawa Timur
Berdasarkan hasil survei ARCI, berikut perolehan elektabilitas partai politik di Jawa Timur:
- Partai Gerindra: 16,3%
- PKB: 15,1%
- PDI Perjuangan: 13,7%
- Golkar: 12,5%
- Partai Demokrat: 12,5%
- PSI: 5,1%
- PAN: 4,2%
- Partai NasDem: 4,1%
- PKS: 4,1%
- PPP: 1,5%
- Partai Perindo: 1,1%
- Partai lainnya: 3,5%
- Tidak tahu/Tidak menjawab: 6,3%
Faktor Pendorong Kenaikan dan Penurunan
Baihaki menjelaskan, dominasi Gerindra tak lepas dari keaktifan para legislatornya yang rutin turun mengawal program presiden dan menyerap aspirasi warga. Selain itu, banyaknya kepala daerah asal Gerindra di Jatim turut memperkuat efek elektoral partai (top of mind).
Di sisi lain, pergerakan partai lain memperlihatkan dinamika bervariasi. Elektabilitas PKB dinilai stagnan, PDI Perjuangan mengalami sedikit peningkatan, sedangkan Golkar mengalami penurunan sejak akhir 2025.
Pertumbuhan positif dicatatkan Partai Demokrat. Baihaki menyebut tren naik ini didorong oleh pembenahan internal DPD Demokrat Jatim selama setahun terakhir, serta coattail effect dari Ketua Umum AHY dan Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak.
“Tentu yang juga sangat berdampak pada elektoral Demokrat ialah coattail effect dari AHY sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik. Selain itu, elektoral terhadap Emil Dardak juga meningkat di Jatim, dan semakin banyak warga yang tahu bahwa Emil adalah Ketua Demokrat Jatim,” ujat Baihaki.
Alarm Kritis bagi PPP
Survei ini juga menyoroti anjloknya elektabilitas PPP yang berada di angka 1,5%—perolehan terendah sepanjang sejarah survei ARCI di Jatim. Baihaki menilai kondisi ini sebagai sinyal bahaya bagi PPP dalam menatap Pemilu 2029, mengingat Jatim merupakan salah satu lumbung suara nasional.
“Hampir di semua segmen wilayah, PPP anjlok. Hanya di Madura saja PPP masih bisa bersaing bahkan bisa masuk lima besar. Ketidakpopuleran tokoh PPP di Jatim berdampak pada elektoral partai, kecuali di Madura yang memang punya tokoh mengakar,” tegasnya.
Metodologi Survei
Survei elektabilitas ARCI dilakukan pada 18–28 Agustus 2026 di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling secara proporsional. Penelitian ini memiliki batas kesalahan (margin of error) sebesar 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.
ARCI sendiri tercatat resmi sebagai satu dari 81 lembaga survei yang terdaftar dan memenuhi syarat administrasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2022.
Foto: Azmi/jatimnow.com








