KN. Dari Sa’d r.a, ia berkata : “Aku pernah melihat ke samping kanan dan samping kiri Rasulullah Saw. ada dua orang lelaki yang berpakaian warna putih pada perang Uhud; sebelum dan sesudahnya aku tidak pernah melihat mereka; yaitu malaikat Jibril dan Mikail as”.
Dari Sa’d bin Abi Waqqash r.a, ia berkata : “Pada waktu perang Uhud aku melihat samping kanan dan kirinya Rasulullah Saw. ada dua orang lelaki yang berpakaian warna putih. Mereka ikut perang membela beliau dengan sangat gigihnya. Aku tidak melihat mereka sebelum dan sesudahnya”.
Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata : “Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya malaikat Jibril As. bertemu dengan beliau setiap tahun pada bulan Ramadhan sampai selesai. Rasulullah Saw. membaca Al Qur’an di hadapannya. Saat Rasulullah Saw. bertemu dengan malaikat Jibril, maka beliau adalah orang paling dermawan dalam hal kebaikan melebihi angin yang dilepas”.
Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata : “Aku pernah melayani Rasulullah Saw. selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau sama sekali tidak pernah mengatakan kepadaku : “Hus !”. Beliau tidak pernah mengatakan kepadaku karena sesutau : “Kenapa kamu kerjakan itu ? Seharusnya kamu mengerjakan ini “.
Dari Jabir bin Abdullah r.a, ia berkata : “Rasulullah Saw. setiap kali diminta sesutau, beliau tidak pernah menjawab : “Tidak”.
Dari Musa bin Anas, dari ayahnya, ia berkata : “Rasulullah Saw. setiap kali diminta sesutau yang menyangkut kepentingan Islam, beliau pasti memberinya. Pada suatu hari ada seorang datang, dan beliau lalu memberinya kambing yang cukup banyak. Orang tadi kemudian kembali kepada kaumnya dan berkata : “Wahai kaumku, masuklah agama Islam. Sesungguhnya Muhammad memberikan pemberian yang banyak. Dan tidak khawatir jatuh miskin”.
Dari Ibnu Syihab, ia berkata : “Rasulullah Saw. berperang untuk satu penaklukan, yaitu penaklukan kota Makkah. Rasulullah Saw. berangkat bersama beberapa orang Islam. Setibanya di daerah Hunain terjadi pertempuran. Allah memberikan kemenangan bagi agama-Nya bersama orang-orang Islam. Pada hari ini Rasulullah Saw. memberikan kepada Shafwan bin Umaiyyah seratus ekor unta, ditambah seratus, dan ditambah lagi seratus”.
Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Al Aqra’ bin Habiz pernah melihat Nabi Saw. memeluk Hasan. Al Aqra’ bin Habiz lalu berkata : “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah memeluk satu pun dari mereka”. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi, niscaya dia tidak disayangi”.
Dari Jabir bin Abdullah r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya”.
Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a, ia berkata : “Rasulullah Saw. lebih pemalu daripada seorang gadis dalam kamarnya. Beliau jika tidak suka pada sesuatu, hal itu bisa aku lihat pada roman wajahnya”.
Dari Abdullah bin Amr r.a, ia berkata : Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik budi pekertinya”.
Dari Samak bin Harb, ia berkata : “Aku pernah bertanya kepada Jabir bin Samurah : “Apakah anda pernah duduk bersama Rasulullah Saw. ?” Jabir menjawab : “Ya, bahkan sering. Beliau tidak akan bangkit dari tempat beliau mengejakan shalat Shubuh sebelum matahari terbit. Ketika matahari terbit, beliau baru bangkit. Pada suatu hari orang-orang sama membicarakan pengalaman atau kebiasaan-kebiasaan jahiliyah. Mereka tertawa, sedang Nabi Saw., cuma tersenyum”.
Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata : “Perbah suatu ketika Ummu Sulaim sedang bersama istri-istri Nabi Saw. Mereka diangkut oleh seorang kusir. Nabi Saw. bersabda, “Wahai Anjasyah, pelan-pelan saja. Berlaku lembutlah kepada para wanita”.
Dari Aisyah r.a, ia berkata : “Sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah menerima wahyu pada pagi hari di musim dingin dan dahinya sempat mengucurkan keringat”.
Dari Aisyah r.a, bahwasannya Al Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Nabi Saw. : “Bagaimana cara wahyu turun kepada Anda ?” Beliau menjawab : “Kadangkala wahyu turun kepadaku seperti bunyi suara lonceng dan itu yang paling dahsyat atas diriku. Setelah berhenti aku sudah menangkap dan menghapal wahyu tersebut. Dan kadangkala berupa malaikat yang menjelma ke dalam sosok seorang lelaki. Aku langsung bisa menangkap apa yang dia katakan”.
Dari Ubadah bin Shamit r.a, ia berkata : “Saat Nabi Saw. menerima wahyu, beliau seolah-olah sedang tertimpa kesusahan dan wajahnya berubah pucat”.
Dari Ubadah bin Shamit r.a, ia berkata : “Pada saat Nabi Saw. menerima wahyu, beliau menundukkan kepalanya. Para sahabat juga menundukkan kepalanya. Begitu wahyu selesai turun, beliau mengangkat kepalanya”.
Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata : “Kebiasaan orang-orang ahli kitab ialah mengurai rambutnya. Kebiasaan orang-orang musyrik ialah menyisir rambutnya menjadi dua belahan. Rasulullah Saw. suka menyesuaikan dengan ahli kitab dalam hal yang tidak diperintahkan. Rasulullah Saw. mengurai rambut jambulnya, setelah itu baru menyisir menjadi dua belahan”.

Dari Bara’ r.a, ia berkata : “Aku tidak pernah melihat rambut seseorang dalam kombinasi busana warna merah seindah Rasulullah Saw. Rambutnya menjuntai sampai di pundak yang lebar. Postur beliau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek”.
Dari Bara’ r.a, ia berkata : “Rasulullah Saw. adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling ideal bentuk tubuhnya. Postur beliau tidak terlalu tinggi dan terlalu pendek”.
Dari Ibnu Sirin r.a, ia berkata : “Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik : “Apakah Rasulullah Saw. pernah mengecat (rambutnya) ?” Anas bin Malik menjawab : “Belum pernah beliau melakukan hal itu. Pada janggut beliau terdapat rambut-rambut putih”. Aku bertanya lagi kepadanya : “Apakah Abu Bakar pernah mengecet (rambutnya) ?” Dia menjawab : “Ya, dengan pohon inai dan katam (jenis tumbuhan)”.
Dari Jabir bin Samurah r.a, ia berkata : “Aku pernah melihat sebuah cap pada punggung Rasulullah Saw. Bentuknya seperti telur burung merpati”.
Dari Anas bin Malik r.a, ia berkata : “Makruh hukumnya bagi seorang lelaki mencabuti rambutnya yang berwarna putih, baik yang tumbuh di kepala maupun di janggutnya. Rasulullah Saw. belum pernah mengecat (rambutnya). Sesungguhnya rambut putih itu hanya tumbuh pada rambut bawah bibir, pada jambang, dan yang terbanyak ialah di kepalanya”.
Dari Saib bin Yazid, ia berkata : “Bibiku perah menemui Rasulullah Saw. bersamaku. Bibiku berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya keponakanku ini terserang penyakit perut”. Lalu aku lihat beliau mengusap kepalaku dan mendo’akan aku supaya mendapat berkah. Setelah itu beliau berwudlu. Dan sisa air wudlunya aku minum. Aku berdiri di belakangnya. Aku melihat ada sebuah cap pada tangan-tengah pundaknya bentuknya seperti telur burung merpati”.







