KN. Sebanyak 50 orang dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dipimpin Suharno berunjuk rasa ke KPK RI membawa tuntutan yaitu segera tangkap dan tahan dan mentapkan tersangka Bupati Pati Sudewo atas kasus proyek pemeliharaan kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan rakyat kuasa;Masyarakat Pati bersatu;Wahai KPK piye kabare kasus Sudewo jaman dekne dadi anggota DPR?; Pie KPK kerja sing sat-set ngunu lo; KPK Jangan Tebang Pilih Tunjukan Taringmu!! Tangkap Sudewo; Ziarah (Apakah Kasus) Sudewo Mati di KPK (?) Aksi Warga Masyarakat Pati di KPK RI Oleh 13 Orang Keluarga AMPB (Aliansi Masyarakat Pati Bersatu) Selama 13 Hari (tgl 8-20 Desember 2025); Tajam Kebawah Tumpul Keatas Dimana Nyalimu KPK; Waktu KPK Hampir Habis, Kesabaran Kamu Sudah Habis!; Tiap Detik Penundaan Uang Rakyat Hilang; KPK Jangan Lambat, Koruptor Makin Merdeka.

Suharno menyampaikan, kami ini datang, urunan, ninggalin sawah, sawahnya dipangan tikus, hanya untuk bicara soal bahwa tegakkan keadilan. Jangan warnai kabupaten kami ini dengan koruptor-koruptor. “Di sekolah, anak-anak kami sudah kami serukan Ojo Nyontek, Ojo Mangan MBG kalau bukan haknya. Itu kami sampaikan. Mohon Pak Prabowo juga didengarkan bahwa yang kami lakukan ini tidak dalam rangka mencari musuh. Kami ini orang-orang kecil,” teriak Suharno.

Oleh karena itu, kehadiran kami sekali lagi adalah minta supaya KPK sebagai lembaga yang berkewajiban untuk memutuskan tentang status bupati kami, apakah dia koruptor atau tidak, segera diputuskan. Kalau nanti sampai akhir tahun 2025 masih belum putus, maka warga Pati akan punya program ziarah ke KPK, ziarahi kasus DJKA Sudewo. Jadi bukan menziarahi KPK, tapi kasus DJKA Sudewo itu kita akan ziarahi tiap bulan.

“Kalau begitu saja ganti urut. Tunjukkan taringmu KPK. Tunjukkan taringmu KPK. Kami akan tetap bersama KPK,” pungkasnya.








