Usut Suap Jabatan di Pemkab Kuansing, KPK Periksa Pejabat Kemenhut dan Kementerian ATR/BPN

KN-JAKARTA — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengisian jabatan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) periode 2021–2026.

​Pada Kamis (23/7/2026), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua pejabat dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai saksi.

​Dua Pejabat Diperiksa di Gedung Merah Putih

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya pemanggilan terhadap anak buah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tersebut.

​“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

​Adapun kedua saksi yang dipanggil oleh tim penyidik KPK meliputi:

  • ​Suprapto, menjabat sebagai Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I Direktorat Pengukuhan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan.
  • ​Dalu Agung Darmawan, menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, yang sebelumnya pernah menduduki posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN.

​Sita Uang Singapura dan Rupiah

​Pemeriksaan para saksi ini dilakukan guna memperkuat bukti-bukti dalam penyidikan dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Kuansing.

​Sebelumnya, tim penyidik KPK telah melakukan penyitaan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dari beberapa pihak yang terindikasi berkaitan dengan perkara ini, yaitu:

  • ​12.000 Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kabupaten Kuansing, Juprizal.
  • ​Rp15.000.000 dari Fahdiansyah, selaku Asisten I Pemkab Kuansing.

​Penyidikan kasus ini masih terus bergulir, dan KPK tidak menutup kemungkinan untuk memanggil saksi-saksi lain guna membuat terang tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.

Related Posts

PRESIDEN DAN WAPRES BISA DILENGSERKAN

PRESIDEN DAN WAPRES BISA DILENGSERKAN APABILA : Secara hukum murni sesuai UUD 45 Pasal 7A dan 7B… Bukan opini politik… DASAR HUKUMNYA : Pasal 7A UUD 1945 : Presiden dan/atau…

Polemik Wapres

Dari awal pencalonannya ada 3 isu hukum yang besar yang sampai sekarang masih jadi perdebatan : 1. ISU AWAL : PUTUSAN MK NO. 90/2023 SBP… (Soal Umur)… Ini akar semua……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *