KN-BEZMER – Gelombang penolakan pecah di wilayah tenggara Bulgaria. Penduduk Desa Bezmer, Kota Yambol, beserta kawasan sekitarnya menggelar aksi protes untuk menolak rencana penempatan pesawat tanker dan personel militer Amerika Serikat (AS) di Pangkalan Udara Bezmer.
Massa yang memadati jalan menuju pangkalan udara tersebut menyuarakan keberatan mereka atas kebijakan pemerintah pusat dan keputusan parlemen yang mengizinkan masuknya militer asing ke wilayah mereka.
Diinisiasi Lewat Media Sosial dan Dihadiri Pejabat
Aksi demonstrasi ini diprakarsai oleh warga lokal secara swadaya melalui penggalangan massa di media sosial. Meski berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, jalannya aksi tetap tertib karena telah diberitahukan sebelumnya kepada otoritas lokal Distrik Tundzha dan Kantor Wali Kota Bezmer.
Unjuk rasa ini tidak hanya diikuti oleh warga desa setempat, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan berbagai partai politik serta kelompok masyarakat yang sengaja datang dari ibu kota Sofia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Bulgaria, Encho Keryazov, turut hadir langsung di lokasi unjuk rasa. Kepada Kantor Berita Bulgaria (BTA), Keryazov menyatakan bahwa keikutsertaannya bertujuan untuk berdialog dengan warga serta menjelaskan latar belakang keputusan pemerintah pusat dan Majelis Nasional.
”Kami hadir untuk bertemu langsung dengan penduduk dan memberikan penjelasan mengenai keputusan pemerintah serta Majelis Nasional terkait penempatan sementara pasukan AS di wilayah ini,” ujar Keryazov.
Sosialisasi Keputusan Parlemen
Sebelum aksi demonstrasi meletus, Menteri Pertahanan Bulgaria Dimitar Stoyanov bersama Encho Keryazov telah mengadakan pertemuan tertutup di Kantor Gubernur Yambol bersama para wali kota dan kepala distrik se-kawasan tersebut. Pertemuan itu digelar untuk mendiskusikan kekhawatiran publik serta implikasi dari pengerahan pasukan tersebut.
Penolakan warga ini dipicu oleh keputusan Parlemen Bulgaria pada Rabu lalu yang menyetujui izin penempatan sementara bagi militer AS. Keputusan tersebut mencakup:
- Pengerahan Armada: Maksimal 8 unit pesawat tanker jenis KC-135 milik AS.
- Jumlah Personel: Hingga 250 personel militer AS.
- Tujuan Operasi: Mendukung operasi militer AS di kawasan Asia Barat (Timur Tengah).
- Masa Operasional: Berlangsung secara bertahap mulai akhir Juli hingga awal Oktober.
Foto: Parstoday.ir







