Rencana kerja sama antara PT. Masmindo Dwi Area dan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, perlu keterlibatan masyarakat

KN. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyoroti rencana kerja sama antara PT. Masmindo Dwi Area dan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc., untuk proyek tambang emas berskala besar dengan metode open pit di Kabupaten Luwu, Sulsel. Jika direalisasikan, kubangan raksasa layaknya tambang Freeport di Timika, Papua akan terbentuk, yang bisa menciptakan dampak buruk bagi lingkungan. Belum lagi ada kekhawatiran muncul ketimpangan yang besar di antara masyarakat. “Kita semua tahu bagaimana kondisi di sekitar tambang Freeport di Papua. Kubangan besar, penebangan pohon di mana-mana, dan rakyat Papua belum juga sejahtera sampai hari ini. Jangan sampai Luwu mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

Andi Sudirman juga menyoroti aktivitas pertambangan yang dikelola oleh pihak luas Sulsel. Menurutnya, tambang emas di Luwu akan lebih baik jika dikelola oleh masyarakat lokal karena kontrol terhadap isu lingkungan dan perekonomian warga bisa lebih tertata.

Oleh sebab itu pihaknya akan segera mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta evaluasi ulang atas izin tambang emas di Luwu. Terutama terkait metode pengelolaannya dan siapa yang mengelola. Meskipun kewenangan perizinan tambang berada di pemerintah pusat, namun sebagai kepala daerah, Andi Sudirman merasa perlu menyampaikan aspirasi dan kegelisahan masyarakat Sulsel terkait dampak jangka panjang dari aktivitas tambang berskala besar tersebut.

Dia menekankan bahwa kondisi di Luwu dan sekitarnya saat ini sudah sering dilanda banjir secara rutin. Apabila pembukaan area tambang terus dilakukan dengan cara yang serampangan, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar, utamanya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.

  • Related Posts

    Belasan Siswa SMAN I Kuala Keracunan MBG

    KN-Bireuen, Sedikitnya 17 pelajar SMA Negeri I Kuala dilaporkan menderita keracunan, usai menyantap makanan bergizi gratis saat jam istirahat, Kamis (17/9). Kasus ini, menambah deretan keracunan program prioritas nasional itu…

    SUDAH BUKAN WAKTUNYA SENIOR GALAK THD YUNIORNYA, YANG ADA ADALAH SENIOR MENGHARGAI YUNIORNYA DAN YUNIOR MENGHORMATI SENIORNYA

    KN-JAKARTA, TERNYATA MASIH ADA PENGANIAYAAN YUNIOR OLEH SENIOR NYA SAMPAI TEWAS DENGAN MASALAH UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI, HAL INI HARUS DIPROSES HUKUM DENGAN TEGAS DAN KERAS, DENGAN HUKUMAN MAKSIMAL BERDASARKAN HUKUM…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *