DPRK Pidie Jaya Dinilai Tidak Terlihat Perannya Pasca Bencana, Genpos: Jangan Hanya Diam Saat Rakyat Kesusahan

KN. Pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya, hingga saat ini publik menilai peran DPRK Pidie Jaya belum terlihat secara nyata dalam mengawal nasib masyarakat terdampak.

Koordinator Aliansi Generasi Positif Pidie Jaya (Genpos), Mirzatul Akmal (Black), menilai DPRK seharusnya hadir sebagai garda pengawasan terhadap penyaluran bantuan serta memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan perhatian yang layak.

“Dalam kondisi pasca bencana seperti ini, DPRK tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka memiliki fungsi pengawasan yang jelas terhadap pemerintah daerah, termasuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar terdampak,” ujar Black.

Menurut Black, di lapangan masih ditemukan berbagai persoalan serius, mulai dari desa yang terdampak namun nihil penerima bantuan hingga kerusakan sektor ekonomi masyarakat seperti tambak ikan dan udang yang patah akibat bencana namun belum mendapat perhatian serius.

“Banyak masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat kerusakan tambak, namun hingga hari ini belum ada kejelasan bantuan pemulihan. Ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat: di mana peran DPRK sebagai wakil rakyat?” tegas Black.

Black juga menilai DPRK seharusnya dapat menggunakan kewenangannya untuk memanggil dinas terkait seperti Dinas Sosial, BPBD, maupun instansi lainnya guna melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendataan serta penyaluran bantuan.

“Kami berharap DPRK tidak hanya aktif ketika momentum politik saja, tetapi benar-benar hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan,” tambah Black.

Genpos Pidie Jaya mendorong agar DPRK segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pengawasan langsung ke lapangan, mengevaluasi penyaluran bantuan, serta memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang terabaikan.

“Rakyat tidak membutuhkan janji, rakyat membutuhkan keberpihakan nyata,” tutup Black.

  • Related Posts

    OTT di Kementerian ATR/BPN Harus Jadi Momentum Membongkar Praktik Mafia Tanah dan Korupsi Agraria

    KN. Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) harus menjadi…

    BERDASARKAN DATA DAN FAKTA DARI KNKT… DALAM TAHUN 2026 SAMPAI DENGAN SEPTEMBER TELAH TERJADI ACCIDENT KAPAL TENGGELAM SEBANYAK 601 UNIT

    Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… 601 kali Kapal tenggelam Data itu benar. Berdasarkan data Basarnas + sorotan Komisi V DPR : Sepanjang Januari – 15 Agustus 2026 ada 601 operasi…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *