BNNP Aceh Perkuat Benteng Moral di Meulaboh, 800 Santri Dayah Ruhul Qur’an Siap Jadi ‘Agent of Change’ Bersinar

KN-MEULABOH, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Dayah Ruhul Qur’an Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (3/4/2026).

​Kegiatan yang dikemas dalam program ANANDA Bersinar (Aceh Menanamkan Nilai-Nilai Dasar Bersih Narkoba) ini bertujuan untuk membekali generasi muda Islam agar menjadi garda terdepan dalam memerangi bahaya narkotika.

Sinergi Pemerintah dan Lembaga Pendidikan

​Acara ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hadir secara langsung Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda. Selain itu, tampak hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat serta pimpinan dayah setempat.

​Antusiasme terlihat dari kehadiran peserta yang mencapai:

  • 800 Santri Dayah Ruhul Qur’an.
  • 130 Tenaga Pengajar (Asatidz).

Santri Sebagai Benteng Moral Bangsa

​Dalam arahannya, Kepala BNNP Aceh menekankan bahwa santri memiliki peran strategis sebagai agent of change. Dayah bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berfungsi sebagai benteng moral untuk melindungi generasi muda dari ancaman eksternal, termasuk narkoba.

​”Para santri harus menanamkan nilai-nilai karakter utama: Amanah, Berani, Disiplin, Berintegritas, dan Loyalitas. Ini adalah bekal kesuksesan di masa depan,” pesan Kepala BNNP Aceh di hadapan ratusan santri.

​Beliau juga mengingatkan pentingnya selektif dalam memilih lingkungan pertemanan. Pergaulan yang salah dinilai menjadi pintu masuk utama terjerumusnya pemuda ke dalam penyalahgunaan narkotika.

Langkah Konkret Mewujudkan Indonesia Bersinar

​Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, sosialisasi di lingkungan dayah sangat efektif mengingat santri merupakan calon pemimpin masa depan yang akan terjun langsung ke tengah masyarakat.

​Melalui program ANANDA Bersinar ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara BNN, Pemerintah Kabupaten, dan dunia pendidikan Islam dalam mewujudkan Aceh—dan Indonesia secara umum—yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

​Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengedukasi masyarakat luas mengenai bahaya narkoba demi menjaga keberlanjutan generasi bangsa yang kuat dan berakhlak mulia.

Related Posts

Nasib Belasan Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Menggantung: Belum Ada SK dan Payung Hukum

KN-JAKARTA — Kepastian nasib belasan ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) hingga pertengahan September 2026 masih tidak jelas. Meski telah menyelesaikan pelatihan bela negara dan manajerial sejak awal…

Pakar Sebut Jokowi Wajib Hadir di Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu

KN-JAKARTA — Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menegaskan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) wajib hadir langsung dalam persidangan kasus dugaan tudingan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *