KN. Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Pada masa Rasulullah SAW., Abu Thalhah pernah tidak berpuasa pada saat dia berjihad, akan tetapi setelah beliau wafat, aku tidak pernah melihatnya tidak berpuasa kecuali pada hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha”.
Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit bahwa Rasulullah SAW. membacakan ayat berikut kepadaku : “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya….” (QS. an-Nisa : 95-96). Saat beliau membacakannya untukku, datanglah Ibnu Ummi Maktum, dia berkata, “Wahai Rasulullah, seandainya aku sanggup jihad, maka aku akan berjihad”. Dia adalah seorang laki-laki yang buta. Maka Allah menuru…
Diriwayatkan dari al-Barra’, dia berkata, “Pada saat perang Ahzab, aku menyaksikan Rasulullah SAW. turut serta dalam mengangkut tanah, hingga aku melihat putih perut beliau yang tertutup tanah itu”. Beliau berkata, “Tanpa Engkau ya Allah, tentu kami tidak akan mendapat petunjuk, tidak akan bersedekah dan tidak mendirikan shalat. Maka anugerahkanlah ketenangan bagi kami, kokohkan pijakan kaki kami di hadapan musuh-musuh kami. Nyata sudah orang-orang ini berhimpun untuk memusuhi kami, tapi jangan jadikan kami lemah kepada mereka yang menimpakan fitnah atas diri kami”.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa satu hari dalam keadaan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun”.
Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab bahwa dia membagi-bagikan pakaian kepada sejumlah perempuan Madinah, hingga tersisa satu lembar pakaian yang sangat bagus. Seseorang yang ada di sana berkata, “Wahai Amirul Mukminin, berikanlah pakaian itu kepada putri Rasulullah yang menjadi istrimu”. Yang dia maksud adalah Ummu Kultsum binti Ali. Umar berkata, “Ummu Salith lebih berhak mendapatkannya”. Dia adalah salah seorang perempuan Anshar yang berbai’at kepada Rasulullah. Dialah yang membawa kantung air dari kulit pada saat perang Uhud.
Diriwayatkan dari ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz, dia berkata, “Kami ikut ambil bagian dalam beberapa peperangan bersama Rasulullah SAW. Kami menyediakan air minum bagi yang berperang, melayani mereka, merawat yang luka dan membawa kembali yang terbunuh ke Madinah”.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Aufa, bahwa dalam kecamuk nya perang Ahzab, Rasulullah SAW. berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan orang-orang musyrik, beliau berdoa : Ya Allah, Dzat yang menurunkan al-Qur’an, yang Maha Cepat Hisab-Nya; ya Allah kalahkan pasukan-pasukan yang bersekutu itu, ya Allah, kalahkan dan binasakanlah mereka”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Thufail bin Amr ad-Dausi dan para sahabatnya menemui Rasulullah SAW. mereka mengatakan, “Wahai Rasulullah, Bani Daus tidak mau mengikuti seruan engkau. Berdoalah agar mereka dibinasakan”. Orang-orang berkata, “Binasalah Bani Daus”. Tetapi Rasulullah berdoa, “Ya Allah, berikanlah petunjuk untuk Bani Daus, bimbinglah mereka agar mau memeluk agama-Mu”.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Mendengar dan taat terhadap pemimpin adalah kewajiban, selama perintahnya tidak untuk maksiat kepada Allah. Jika perintah itu berupa kemaksiatan, maka tidak wajib mendengar dan manaatinya”.
Diriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakar bahwa aku menyiapkan bekal untuk perjalanan hijrah Rasulullah menuju Madinah di rumah Abu Bakar. Aku berkata kepada Abu Bakar, “Demi Allah, aku tidak menemukan tali apa pun untuk mengikat wadah air minum dan makan beliau kecuali kain ikat pinggangku”. Abu Bakar menjawab, “Potong menjadi dua, satu bagian jadikan pengikat kantung airnya, dan yang satunya lagi jadikan pengikat wadah makanannya”. Maka Asma’ melakukannya, sehingga dia diberikan julukan Dzatun-Nithaqain”.
Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa kami bersama dengan Rasulullah SAW. setiap kali kami menaiki jalan yang lebih tinggi kami mengucapkan : Laa ilaaha illallahu wallahu akbar dengan suara yang keras. Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian, karena kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli atau tiada, tetapi kalian berdoa kepada Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Dekat”.
Diriwayatkan dari Jabir, dia berkata, “Apabila kami mendaki jalan yang naik, kami mengumandangkan takbir, dan apabila menuruni bukit, maka kami membaca tasbih”.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW. dia meminta izin untuk berjihad. Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, “Ya”. Beliau bersabda, “Jihadlah untuk kepentingan kedua orang tuamu”.
Diriwayatkan dari Ibnu Abas bahwa dia mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Seorang laki-laki tidak boleh pergi berdua bersama dengan seorang perempuan dan tidak boleh seorang perempuan melakukan perjalanan tanpa ditemani muhrimnya”. Kemudian ada seorang laki-laki yang bertanya, “Wahai Rasulullah, namaku telah terdaftar untuk ikut berperang, lau istriku hendak melakukan ibadah haji, lalu harus bagaimana?” Beliau bersabda, “Pergilah bersama istrimu untuk menunaikan haji”.

Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik bahwa aku menemui Rasulullah Saw. ketika perang Tabuk terjadi, saat itu beliau berada di tenda yang terbuat dari kulit. Beliau bersabda, “Perhatikanlah enam hal yang mengindikasikan bahwa hari kiamat telah dekat : kematianku, ditaklukannya Yerussalem, fitnah besar yang mengakibatkan terbunuhnya banyak muslim seperti wabah penyakit yang menyerang kambing-kambing, pemujaan terhadap harta hingga jika seseorang diberi seratus dinar dia tidak merasa bahagia, kemudian fitnah yang akan menimpa semua rumah Arab tanpa ada yang terlewat, perjanjian senjata antara kalian dengan kaum Bizantium yang akan mengkhianati kalian, kemudian mereka menyerang kalian di bawah delapan puluh bendera. Masing-masing bendera menaungi 12 ribu prajurit”.







