KN, Kecerdasan Fouñding Fathers Indonesia efektif mempersatukan Kerajaan-kerajaan nusantara dan mengakhiri perang antar mereka. Mereka dipersaudarakan dengan dasar Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Nasional Indonesia.
Tentu tidak mudah melakukan dan menciptakan persatuan dengan ratusan Kerajaan,Puluhan Kesultanan dan Ribuan Pemimpin Adat. Hal itu terjadi tanpa pemaksaan apalagi perlawanan. Orang orang yang bisa pada fase itu adalah orang – orang sudah selesai dengan dirinya sendiri.
Siapa yang tidak faham sejarah masa lampau Kerajaan – Kerajaan Nusantara yang sering saling memerangi. Semakin Satu Pulau tetapi berbeda kerajaan semakin sering saling memusnahkan. Berbagai motivasi dan alasan terjadinya perang sesama mereka termasuk karena adanya Imperialisme Portugis dan Belanda yang memang mendapatkan keuntungan dari perang itu.
Hadirnya Founding Fathers Pemersatu Bangsa dan Kesadaran yang membanggakan dari Para Raja, Para Sultan, Para Pemimpin Adat dan Para Organisasi Perjuangan untuk membentuk suatu *Negara Kesatuan* menorehkan tinta emas dalam Sejarah Lahirnya Indonesia. Dunia tercengang terutama Negara – Negara Imperialis karena merasa kehilangan Wilayah Jajahan. Para Pemuda bermodalkan *Sumpah Pemuda* terus melakukan konsolidasi bahkan semakin kuat ketika Belanda kembali melakukan agresi demi agresi.
Hari ini kita menikmati Persatuan yang mereka perjuangkan itu dengan indah, bahkan dimana -mana telah merasakan percampuran etnis dan Budaya tanpa riak yang berarti. Arus Persatuan semakin kencang dengan semangat Pemimpin saat ini yang menggelorakan Persatuan lewat Pembangunan Fisik Daerah – Daerah. Infrastruktur dirasa semakin penting untuk dihadirkan dimana – mana.
Persatuan Moral juga demikian, Perjuangan menghidupkan budaya sebagai kekayaan tak ternilai harganya terus menerus diperjuangkan. Semua Suku dan Bangsa memiliki posisi yang sejajar dan Setara. Para Tokoh Agama pun berkonstribusi merawat Persatuan Inter dan Antar Penganut Agama dan Keyakinan. Menariknya Para Penganutnya menyambut dengan suka cita bahkan masing – masing membuang egoisme yang sebelumnya menjadi Fanatisme. Ini tentu bukan perkara kecil,berdiri tegak diatas heterogenisme dan membentuk Satu Hemogenisme yang bernama *Indonesia*
Banggalah menjadi Indonesia, Tetaplah BerIndonesia untuk Selama – lamanya. Indonesia yang Abadi dan Jaya Berkesejahteraan. Mari kita jemput cita cita setiap waktu tanpa lelah.
Salam Indonesia
*M E R D E K A*
~ Andi Naja FP Paraga ~







