KN. Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (UNHCR) Francesca Albanese merilis laporan yang menyebut puluhan perusahaan global memberi dukungan bantuan ke Israel untuk menyerang Palestina. Daftar itu tertuang dalam laporan terbaru yang dipresentasikan di Jenewa, Swiss
Perusahaan-perusahaan tersebut, lanjut laporan itu, tak lagi sekedar terlibat dalam pendudukan. Mereka kini jadi bagian dari ekonomi genosida.
“Israel dan produsen senjata global telah mengembangkan sistem yang semakin efektif mengusir warga Palestina dari tanah mereka,” demikian penggalan dalam laporan PBB.
Berikut daftar perusahaan global yang mendukung Israel menggempur Palestina.
Lockheed Martin AS
Laporan PBB menyebut perusahaan produsen senjata Amerika Serikat Lockheed Martin.
Senjata dan teknologi militer buatan mereka digunakan pasukan Israel untuk menggempur warga Palestina.
Israel bahkan menggunakan senjata Lockheed untuk menyerang warga dan menghancurkan infrastruktur sipil.
“Israel mendapat keuntungan dari program pengadaan pertahanan terbesar yang pernah ada – untuk jet tempur F-35, pimpinan Lockheed Martin yang berbasis di Amerika Serikat bersama dengan 1.650 perusahaan lain,” demikian laporan PBB.
Dengan berkolaborasi dan bersaing, Israel dan produsen senjata menyempurnakan teknologi yang memungkinkan militer Negeri Zionis kian gencar melakukan penindasan, represi, dan penghancuran di Palestina.
Leonardo SpA Italia
FANUC Corporation Jepang
AP Moller Denmark
Microsoft AS
Amazon AS
Alphabet AS
Perusahaan teknologi yang berbasis di Amsterdam, Belanda juga masuk dalam daftar laporan PBB.
Airbnb Inc
Perusahaan Airbnb fokus pada pembangunan dan penyewaan properti seperti penginapan hingga hotel.
Menurut laporan PBB, Booking Holdings Inc dan Airbnb, Inc mendaftarkan properti dan kamar hotel di Israel.
Booking.com telah menggandakan jumlah properti yang didaftarkan di Tepi Barat dari 26 pada tahun 2018 menjadi 70 pada Mei 2023. Mereka juga menambah properti di Yerusalem Timur jadi 39 setelah Oktober 2023.
Airbnb juga telah meningkatkan keuntungan kolonialnya, dari 139 properti yang didaftarkan pada 2016 menjadi 350 pada 2025.
Properti yang didaftarkan ini berkaitan dengan pembatasan akses Palestina ke tanah dan membahayakan desa-desa di sekitarnya,” demikian laporan PBB.
HD Hyundai Korea
Volvo Swedia
Selain itu, perusahaan lain yang ikut mendukung Israel adalah:
Perusahaan keuangan dari Prancis BNP Paribas
Perusahaan keuangan dari Inggris Barclays
Perusahaan pertanian dari Meksiko Orbio
Perusahaan listrik dari AS Chevron
Perusahaan listrik dari Swiss Glencore
Perusahaan energi dari Inggris BP








