KN-BANDA ACEH, Momentum buka puasa bersama yang digelar KONI Aceh pada Minggu (8/3/2026) di GOR PABSI menjadi ajang refleksi atas meroketnya prestasi olahraga Serambi Mekkah. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyebut bahwa keberhasilan Aceh menembus papan atas nasional tidak lepas dari fondasi kuat yang diletakkan oleh Muzakir Manaf (Mualem).
Tren Positif yang Terus Menanjak
Dalam sambutannya, Sekda menjabarkan transformasi posisi Aceh di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sebelumnya hanya berkutat di peringkat 20-an:
-
- Era Mualem (PON Jabar): Naik ke peringkat 17 (8 medali emas).
- Era Mualem (PON Papua): Melompat ke peringkat 12 (11 medali emas).
- Era Almarhum Abu Razak: Mencetak rekor baru di peringkat 6 besar dengan raihan 65 medali emas.
”KONI Aceh adalah kawah candradimuka. Pak Gubernur menegaskan bahwa lembaga ini harus mampu menggembleng atlet agar tangguh dan siap tanding,” ujar M. Nasir.
Mengenang Setahun Kepergian Abu Razak
Suasana haru menyelimuti acara saat Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri (Pon Yaya), mengajak hadirin mengirimkan doa untuk almarhum Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak. Tepat setahun yang lalu, tokoh penting di balik kesuksesan olahraga Aceh tersebut berpulang saat menjalankan ibadah Umrah.
Fokus Mendatang: PORA Calang & PON 2028
Menatap masa depan, Pon Yaya menekankan dua agenda besar yang sudah di depan mata:
-
-
- Pekan Olahraga Aceh (PORA): Akan berlangsung di Calang, Aceh Jaya. Targetnya bukan hanya sukses acara, tapi juga sukses melahirkan atlet berprestasi.
- PON XXII NTB-NTT (2028): Tantangan berat untuk mempertahankan posisi papan atas dan membuktikan konsistensi atlet Aceh di kancah nasional.
-
Kegiatan ini ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim, yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua IV KONI Aceh Marlina Muzakir dan jajaran pengurus cabang olahraga lainnya.








