Lewat Program Bongkar Ratoon, Petani Tebu Lampung Utara Raih Kepastian Harga dan Untung Melimpah

KN-KOTABUMI — Program perluasan lahan dan bongkar ratoon (BR) tebu yang digulirkan pemerintah terbukti membawa dampak positif bagi sektor pertanian di Kabupaten Lampung Utara. Para petani tebu rakyat di wilayah tersebut mengaku produktivitas mereka meningkat drastis diiringi dengan kepastian harga jual pascapandemi dan restrukturisasi industri gula.

​Beralih dari Singkong Demi Kepastian Harga

​Salah satu petani dari Desa Negarabatin, Kecamatan Sungkai Utara, Sugito, mengungkapkan bahwa bantuan ini menjadi titik balik kesejahteraan keluarganya. Ia memutuskan mengalihkan lahan seluas 5 hektare miliknya yang semula ditanami singkong menjadi perkebunan tebu.

​Menurut Sugito, insentif dari pemerintah tidak hanya berupa pengadaan bibit unggul, melainkan juga pendampingan intensif dari penyuluh pertanian dan pihak pabrik gula mitra, yakni PG Bunga Mayang.

​“Dengan adanya program ini, kami tidak lagi menanam tanaman tanpa kepastian harga seperti sebelumnya. Hasil tebu kami langsung dibeli oleh pabrik gula,” kata Sugito, Kamis (2/7/2026).

​Dalam satu siklus panen dengan masa tanam sekitar sembilan bulan, Sugito mampu mengantongi keuntungan bersih berkisar Rp25 juta hingga Rp35 juta per hektare. Keberhasilan ini membuatnya sangat bersyukur kepada jajaran pemerintah, mulai dari Presiden Prabowo Subianto, pemerintah daerah, hingga Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

​Hal senada diakui oleh Dandi Apriyanto. Ia menyebut komoditas tebu jauh lebih menjanjikan dibanding singkong yang harganya kerap fluktuatif di pasaran.

​”Kalau singkong, hasilnya sering tidak menutup biaya perawatan. Sekarang dengan tebu, ada kepastian harga dan hasilnya lebih menjanjikan,” jelas Dandi.

​Target 100 Ton per Hektare dan Kemudahan Modal

​Para petani yang bernaung di bawah Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) pimpinan Bahri Yusuf kini memasang target optimistis. Mereka membidik produktivitas panen rata-rata mencapai 100 ton per hektare.

​Dengan menggunakan bibit unggul dan perawatan yang tepat, petani dengan kepemilikan lahan 5 hektare berpotensi meraup pendapatan kotor hingga Rp150 juta dalam satu tahun.

​Selain masalah harga, program ini juga memotong jalur kendala permodalan operasional petani melalui koperasi:

  • ​Bantuan modal operasional untuk pembersihan gulma.
  • ​Penyediaan obat-obatan pertanian yang bersubsidi/terjangkau.
  • ​Pembiayaan perawatan tanaman berkala.

​Jangkau 23 Kecamatan di Lampung Utara

​Pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lampung Utara memastikan program strategis ini akan terus dikawal agar tepat sasaran.

​Sekretaris Disbunnak Lampung Utara, Ria Yuliza, memaparkan skala masif dari realisasi program perluasan dan bongkar ratoon tebu di wilayahnya saat ini:

  • Target Sasaran: 79 Kelompok Tani (Poktan).
  • Total Luas Lahan: 5.808 Hektare.
  • Sebaran Wilayah: Merata di 23 kecamatan di Kabupaten Lampung Utara.

​”Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan sekaligus mendorong produktivitas sektor perkebunan tebu di daerah secara nasional,” pungkas Ria.

Related Posts

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh: Pendidikan Diniyah Kunci Membangun Generasi Berkarakter

KN-BANDA ACEH — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, menegaskan bahwa Pendidikan Diniyah merupakan benteng utama dalam membangun generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki jati diri yang kuat.…

Top! Lampung Utara Sabet Peringkat 2 Nasional Perluasan Lahan Tebu Rakyat

KN-LAMPUNG UTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara menorehkan prestasi gemilang dalam mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya pada komoditas gula. Daerah ini berhasil menduduki peringkat kedua secara nasional dalam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *