Partai Buruh & KSPI Tolak Wacana WFH ASN 1 Hari Seminggu

KN-JAKARTA, Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan keberatan terhadap rencana pemerintah yang akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu.

Sektor ketenagakerjaan membutuhkan kehadiran fisik untuk urusan krusial seperti mediasi PHK, sengketa THR, dan pengawasan norma kerja di pabrik.

Industri manufaktur bekerja 24 jam tanpa WFH. Jika birokrasi libur atau WFH, proses perizinan ekspor-impor dan administrasi tenaga kerja berisiko terhambat, terang Said Iqbal

Alasan penghematan BBM dan anggaran dinilai tidak signifikan. Said Iqbal menyarankan ASN menggunakan transportasi publik daripada harus WFH.

​”Pelayanan publik tidak bisa dilakukan secara WFH, harus tatap muka. Jika pelayanan pemerintah terganggu, maka akan berdampak pada proses perizinan dan operasional perusahaan.”

KSPI dan Partai Buruh mendesak pemerintah untuk melakukan kajian mendalam dan tidak terburu-buru. Mereka menyarankan pemerintah fokus memangkas anggaran “proyek mercusuar” jika benar-benar ingin melakukan efisiensi, daripada mengorbankan kualitas pelayanan masyarakat.

Related Posts

Eks Napiter Se-Indonesia Deklarasikan Dukungan Pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor

KN-JAKARTA — Sejumlah mantan narapidana terorisme (eks napiter) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai wilayah secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Langkah…

Gencar Sasar Unggahan Kritis di X, Komdigi Diduga Kendalikan Narasi Publik

KN-Jakarta, Syafruddin sedang waswas. Admin akun Sumatera Adil & Federal itu—yang namanya disamarkan—khawatir pengelola platform digital X kembali mengirim surat peringatan gara-gara unggahannya mengenai dampak kebakaran hutan di Kalimantan dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *