KN-JAKARTA — Peneliti Senior Prof. Dr. Hadi Supratikta kembali dipercaya memimpin Ikatan Peneliti dan Inovator Indonesia (IPINDO) untuk periode 2026–2031. Kepastian ini diperoleh usai pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Indonesia (PPDI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan keterangan resmi IPINDO pada Jumat (4/9/2026), proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan transparan melalui mekanisme pemungutan suara (voting). Pemilihan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus pusat dan perwakilan pengurus daerah, serta mengusung tujuh orang kandidat.
Dari hasil penghitungan suara, Prof. Dr. Hadi Supratikta meraih dukungan tertinggi dengan perolehan 16 suara. Posisi kedua ditempati oleh Dr. Adi Suhendra dengan 8 suara, disusul Ir. Sutrisno, M.T. dengan 3 suara, dan Satya dengan 2 suara, sementara tiga kandidat lainnya tidak memperoleh suara.
Perampingan Struktur dan Transformasi Organisasi
Selain penetapan Ketua Umum, Munas IPINDO 2026 juga menyepakati langkah restrukturisasi kepengurusan. Peserta Munas menyetujui adanya perampingan struktur organisasi guna meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat koordinasi antarbidang, serta mempercepat respons organisasi dalam mendukung ekosistem riset dan inovasi nasional.
Organisasi profesi ini memiliki rekam jejak panjang di dunia penelitian Indonesia. Berdiri pertama kali pada 11 Maret 2011 dengan nama Ikatan Peneliti Pemerintahan Indonesia (IPPI), organisasi ini diinisiasi oleh para kepala Bappeda dan Balitbangda se-Indonesia. IPPI kemudian bertransformasi menjadi IPINDO pada 12 November 2020 seiring dengan pembentukan BRIN yang menyatukan seluruh fungsi kelitbangan.
Transformasi tersebut memperluas peran anggotanya, tidak hanya sebagai peneliti, tetapi juga sebagai inovator yang menghasilkan solusi teknologi terapan. Sebagai organisasi profesi independen, IPINDO juga telah memperkuat langkah strategisnya melalui kerja sama dengan BRIN lewat penandatanganan Nota Kesepahaman pada 2 April 2024 lalu.
Dengan struktur yang lebih lincah dan kepemimpinan yang berlanjut, IPINDO berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebijakan publik serta penguatan kolaborasi antarpeneliti di seluruh Indonesia.
Foto: Dok. IPINDO)








